Dark/Light Mode

Jumlah Penerima Turun

Tahun Depan, Anggaran MBG Berkurang 100 T

Selasa, 7 Juli 2026 07:50 WIB
Sejumlah siswa menunjukkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Islam Hidayah Cinere, Depok, Jawa Barat. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM.id)
Sejumlah siswa menunjukkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Islam Hidayah Cinere, Depok, Jawa Barat. (Foto: Putu Wahyu Rama/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 diperkirakan berkurang sekitar Rp 100 triliun. Penurunan anggaran tersebut merupakan hasil efisiensi jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta penyesuaian jumlah penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Said mengatakan, DPR dan Pemerintah tengah menghitung ulang kebutuhan riil program agar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Berdasarkan perhitungan sementara, anggaran MBG pada 2027 diperkirakan turun sekitar Rp 100 triliun. 

“Dari Rp 268 triliun ke Rp 174 triliun, ya tinggilah,” ujar Said. 

Menurut Said, penghematan dilakukan setelah Pemerintah mengevaluasi kebutuhan program di lapangan. Jumlah SPPG yang semula diproyeksikan mencapai sekitar 27 ribu titik, dikurangi menjadi sekitar 21 ribu titik. 

Dengan penyesuaian tersebut, kebutuhan anggaran untuk melayani sekitar 84 juta penerima manfaat tidak lagi sebesar proyeksi sebelumnya. “Sehingga hitungan saya, kalau di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp 174 triliun,” kata politikus PDIP tersebut. 

Baca juga : Jutaan Orang Tangisi Pemakaman Khamenei, Trump Kaget

Meski anggarannya dipangkas cukup besar, Said menegaskan, kualitas makanan bergizi tidak boleh ikut menurun. Menurutnya, keberhasilan MBG lebih ditentukan oleh tata kelola program dibandingkan besarnya anggaran yang dialokasikan. 

Karena itu, ia meminta publik tidak bereaksi berlebihan terhadap penurunan anggaran tersebut. “Yang penting menjaga kualitas,” ujar legislator dari Dapil Jawa Timur XI tersebut. 

Said mengingatkan, angka Rp 174 triliun masih bersifat sementara. Besaran final anggaran MBG akan diputuskan dalam pembahasan Rancangan APBN 2027 bersama pemerintah pada September mendatang. 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, efisiensi anggaran MBG akan terus dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperbaiki kualitas pelaksanaan program. 

Purbaya menjelaskan, pagu anggaran MBG telah lebih dulu dipangkas dari sekitar Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun pada 2026. Untuk 2027, Pemerintah masih membuka ruang efisiensi lanjutan. 

“Anggaran tahun depan juga akan kita turunkan lagi dan kita akan awasi sekarang dengan Kementerian Keuangan,” ujar Purbaya dalam wawancara di kanal YouTube Denny Sumargo yang dikutip Senin (6/7/2026). 

Baca juga : Argentina Vs Mesir, Messi-Salah Adu Tajam

Meski demikian, ia menegaskan, program MBG sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo akan tetap berjalan. Menurutnya, yang saat ini dibenahi adalah tata kelola pelaksanaan karena pada tahap awal masih ditemukan sejumlah kelemahan. 

“Memang pelaksanaannya banyak bolongnya kemarin, sekarang sedang diperbaiki,” tegasnya. 

Sebagai bagian dari pembenahan, Kementerian Keuangan ikut mengawasi penggunaan anggaran MBG hingga ke daerah melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Purbaya mengatakan, apabila ditemukan penyimpangan, hasil pengawasan akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera ditindaklanjuti. 

“Mereka kasih laporannya ke saya. Yang jelek-jelek saya akan laporkan ke BGN untuk dia ambil tindakan. Kalau tidak ambil tindakan, baru saya bisa potong anggarannya,” ujarnya. 

Menurut Purbaya, mekanisme pengawasan kini diperketat dengan dukungan Kepala BGN Nanik S. Deyang. Koordinasi antarlembaga juga diperkuat agar pelaksanaan MBG semakin transparan dan akuntabel. 

“Pelaksanaannya lebih ketat. Lebih dimonitor sekarang. Kami sudah akan monitor, dan kepala BGN yang baru setuju, minta Keuangan ikut monitor,” katanya. 

Baca juga : KPK Segera Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, pembahasan anggaran MBG 2027 masih berlangsung antara Pemerintah dan DPR. Karena itu, besaran efisiensi anggaran belum dapat dipastikan. 

“Kami sedang melakukan efisiensi atau refocusing anggaran. Angka pastinya menyusul,” kata Arumsari. 

Ia menambahkan, efisiensi akan terus dilakukan agar program semakin tepat sasaran. Namun, kualitas makanan bergizi yang diterima masyarakat dipastikan tidak akan dikurangi meski anggaran terus disesuaikan dari tahun ke tahun. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.