BREAKING NEWS
 

Saling Serang Di Selat Hormuz, Iran-AS Panas Lagi

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 9 Juli 2026 07:30 WIB
Situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz kembali membara setelah kapal tanker gas alam cair (LNG) raksasa milik Qatar, Al Rekayyat, menjadi sasaran serangan drone Iran. (Foto: Ilustrasi, AI/Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan di Selat Hormuz. Kesepakatan damai antara Washington dan Teheran pun terancam batal. 

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pihaknya menyerang sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, radar pesisir, rudal antikapal, hingga lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz. 

Menurut CENTCOM, operasi itu merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sebelumnya, IRGC dilaporkan menembakkan rudal ke arah sejumlah kapal dagang pada Senin (6/7/2026) malam.

Dua kapal dilaporkan mengalami kerusakan tanpa menimbulkan korban jiwa. Salah satu kapal yang terdampak adalah kapal tanker gas alam cair (LNG) Al Rekayyat milik perusahaan transportasi gas Qatar, Nakilat. Kapal tersebut dilaporkan terbakar setelah bagian lambung kirinya terkena serangan. 

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker terbakar setelah dihantam proyektil di perairan timur Limah, Oman. Selain itu, kapal tanker Arab Saudi bernama Wedyan turut dilaporkan menjadi sasaran serangan. 

Baca juga : Masih Didalami KPK, Isinya Dolar Singapura

Media Pemerintah Iran melaporkan serangan balasan AS memicu ledakan di Pulau Qeshm, Kota Sirik, serta kawasan pelabuhan Bandar Abbas. 

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam operasi militer Washington dan menilai AS kembali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada Juni 2026. Teheran juga menuding Washington menunjukkan “itikad buruk” setelah kembali memberlakukan pembatasan terhadap ekspor minyak Iran. 

IRGC kemudian membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal dan drone ke puluhan fasilitas militer AS di Bahrain dan Kuwait, termasuk pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain serta Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. 

Adsense

Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya menganggap nota kesepahaman damai dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. 

Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7/2026), Trump ditanya wartawan mengenai status kesepakatan yang ditandatangani kedua negara bulan lalu. 

Baca juga : Dimas P. Wardhana: Jangan Sampai Buruh Dibebani Berkali-kali

“Menurut saya, kesepakatan itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka,” kata Trump kepada wartawan, sebagaimana dikutip Reuters

Sementara itu, Qatar menyampaikan nota protes kepada Iran dan mendesak Teheran menghentikan tindakan yang mengancam keamanan kawasan serta pasokan energi global. 

Arab Saudi juga mengutuk serangan terhadap kapal tanker Wedyan dan menyebut aksi tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi dunia. 

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei membantah, tuduhan bahwa negaranya mengganggu pelayaran internasional. Ia menegaskan, Iran tetap berkomitmen menjaga keamanan navigasi di Selat Hormuz. 

Memanasnya situasi keamanan juga berdampak pada agenda Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia mempercepat kepulangannya dari prosesi penghormatan terakhir bagi pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, di Najaf, Irak, pada Rabu (8/7/ 2026). Pezeshkian juga membatalkan agenda pembicaraan tingkat tinggi dengan para pejabat Irak. 

Baca juga : Chiko Hakim: Pemprov Masih Melakukan Kajian

Prosesi pemakaman Khamenei sendiri masih berlangsung. Setelah penghormatan terakhir di Teheran, jenazah dibawa ke kota-kota suci di Irak, termasuk Najaf, Baghdad, dan Karbala. Jenazah Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kompleks Imam Ali Reza di Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis (9/7/2026). 

Sebelumnya, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman damai pada 18 Juni 2026. Putaran lanjutan negosiasi dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Sabtu (11/7/2026) dengan agenda membahas sanksi AS terhadap Iran, aset Iran yang masih dibekukan, serta kelanjutan program nuklir Teheran. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense