BREAKING NEWS
 

Dubes Agung Cahaya Sumirat Dukung Perdamaian & Stabilitas Di Afrika Tengah

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 23 Juli 2026 06:14 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Kamerun dan Afrika Tengah Agung Cahaya Sumirat (kiri) berbincang dengan Presiden Afrika Tengah Faustin Archange Touadera (kanan) di Istana Kepresidenan Bangui, Afrika Tengah, Jumat (17/7/2026). (Foto KBRI Yaounde)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kamerun merangkap Afrika Tengah Agung Cahaya Sumirat menyerahkan Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) kepada Presiden Afrika Tengah Faustin Archange Touadera. Penyerahan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Bangui pada 17 Juli 2026 itu, menandai dimulainya masa tugas Dubes Agung di Afrika Tengah. 

Dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde, Kamerun, Selasa (21/7/2026), usai menerima Surat Kepercayaan Dubes Agung, Presiden Touadera menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan pembangunan Indonesia. Dia berharap, hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara terus diperkuat.

Presiden Touadera juga menegaskan keinginan Afrika Tengah membuka kemitraan seluas-luasnya dengan berbagai negara guna mendukung pembangunan nasional.

Pada kesempatan itu, Dubes Agung juga menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Touadera. 

“Indonesia selalu mendukung Afrika Tengah dan negara di Afrika lainnya dalam semangat Konferensi Asia-Afrika sebagai fondasi solidaritas dan kerja sama,” ujar Dubes Agung.

Baca juga : M4CR Dukung Pemutakhiran Data Rehabilitasi Hutan Dan Lahan

Dia juga menegaskan komitmen Indonesia mendukung perdamaian dan stabilitas di Afrika Tengah melalui kontribusi Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi Polri yang tergabung dalam United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA), misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah.

Sehari sebelumnya, Kamis (16/7/2026), Dubes Agung melakukan kunjungan kerja ke Bangui. Dia bertemu dengan Deputy Special Representative of the Secretary-General (DSRSG) MINUSCA Mohamed Ag Ayoya.

Ayoya mengapresiasi kontribusi lebih dari 300 kontingen Indonesia di MINUSCA yang dinilainya profesional dan memiliki peran penting dalam mendukung perdamaian, stabilitas, serta keamanan masyarakat di Afrika Tengah.

Dubes Agung kemudian me¬ngunjungi kamp kontingen Kompi Zeni TNI dan Unit Polisi In¬donesia di MINUSCA. Kunjungan tersebut disambut dengan upacara kehormatan militer dan tari tradisional kuda lumping.

Adsense

Komandan Kompi Zeni TNI Letkol Czi Septian Hermawan Saputra dan Komandan Unit Polisi Indonesia Kombes Norhayat memaparkan tugas dan capaian kontingen Indonesia. Dia menunjukkan berbagai kendaraan, persenjataan, peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Baca juga : Pengamat: Tata Kelola Batu Bara Dukung Keandalan Listrik Nasional

Keduanya juga berkomitmen untuk terus menjalankan mandat MINUSCA dan mengharumkan nama Indonesia.

“Saya sangat senang karena para kontingen Indonesia aktif membangun hubungan baik dengan masyarakat lokal melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, kesehatan, pendidikan dan pembangunan infrastruktur,” tutur Dubes Agung.

Dia amat takjub mendengar berbagai kosakata bahasa Indonesia di pasar tradisional Bangui, yang menurut para penjaja dipelajarinya dari interaksi dengan para kontingen Indonesia.

Hal ini dinilainya merupakan keberhasilan kontingen Indonesia dalam membangun winning hearts and minds masyarakat setempat.

Afrika Tengah merupakan negara di jantung Afrika dengan penduduk sekitar 5,5 juta jiwa dan kaya akan sumber daya alam emas dan berlian.

Baca juga : Haru Ibu Yurmina Saat Bedah Rumah Kemenimipas Di Merangin

Negara ini didera perang saudara sejak 2013. Karena itu, MINUSCA dibentuk melalui resolusi Dewan Keamanan PBB 2149 (2014) dengan mandat untuk melindungi masyarakat sipil, menjaga proses perdamaian, serta mendukung pemerintah Afrika Tengah dalam menjalankan fungsi negara.

Selain kontingen Indonesia di MINUSCA, tercatat pula tujuh orang pekerja migran Indonesia yang bekerja di sektor jasa perhotelan dan pertambangan di Afrika Tengah.

Indonesia dan Afrika Tengah menjalin hubungan diplomatik sejak 2016. Tahun ini menjadi momentum penting yang menandai satu dekade hubungan bilateral kedua negara. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense