Dark/Light Mode

Dubes Mohammad Boroujerdi Gelar Penghormatan Terakhir Imam Khamenei Di Jakarta

Kamis, 9 Juli 2026 07:06 WIB
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam acara solidaritas untuk rakyat Iran dan penghormatan terakhir Imam Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Rabu (7/7/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam acara solidaritas untuk rakyat Iran dan penghormatan terakhir Imam Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta, Rabu (7/7/2026). (Foto Larasati Dyah Utami/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana khidmat menyelimuti Kediaman Duta Besar (Dubes) Iran di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Lantunan ayat suci Al-Quran mengawali acara penghormatan dan solidaritas untuk mengenang mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di hadapan sekitar 100 mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang, Banten, Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengungkap alasan mengapa upacara pemakaman Ayatollah Khamenei yang juga disebut Imam Khamenei baru dapat dilaksanakan pada Juli 2026.

Menurutnya, dalam tradisi Islam jenazah seharusnya dimakamkan sesegera mungkin. Namun, kondisi keamanan akibat konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) membuat Pemerintah Iran harus menunda pelaksanaan upacara resmi.

“Ini waktu paling awal yang memungkinkan untuk menyelenggarakannya. Kami sebenarnya ingin melaksanakannya lebih cepat, tetapi kondisi keamanan tidak memungkinkan,” ujar Dubes Boroujerdi.

Baca juga : Pramono Pastikan Segera Cukur Kabel Semrawut di Jakarta

Dia menjelaskan, penundaan dilakukan demi menjamin keselamatan para tamu dan delegasi dari berbagai negara yang berencana menghadiri prosesi pemakaman.

“Kami tidak ingin membahayakan delegasi dari negara-negara sahabat yang datang ke Iran. Karena itu, meski sebenarnya tidak kami inginkan, kami terpaksa menunda upacara hingga setelah gencatan senjata,” ungkapnya.

Pemerintah Iran menjadwalkan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung di Kompleks Makam Imam Reza, Kota Mashhad, Kamis (9/7/2026). Indonesia berencana mengirim delegasi tingkat tinggi yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani. Namun, keberangkatan keduanya masih menunggu konfirmasi dari Teheran.

Dubes Boroujerdi mengaku sangat menghargai perhatian Pemerintah Indonesia. Meski demikian, dia mengatakan, situasi di Iran masih dinamis karena sebagian besar delegasi asing telah meninggalkan Teheran, sementara wilayah udara negara itu masih ditutup.

Baca juga : Great Institute Dukung Prabowo Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Di Iran

“Saya belum bisa memastikan karena masih menunggu konfirmasi dari Pemerintah di Teheran. Namun saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas persahabatan yang ditunjukkan kepada Republik Islam Iran dan atas dukungannya terhadap Iran. Termasuk rencana mengirim delegasi tingkat tinggi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Dubes Boroujerdi juga mengapresiasi kehadiran para mahasiswa, dosen, ulama dan tokoh masyarakat dari Banten. Meski dipisahkan jarak geografis, Indonesia dan Iran memiliki kesamaan nilai. Seperti keimanan kepada Tuhan, penghormatan terhadap martabat manusia, kecintaan terhadap kemerdekaan, serta semangat persatuan umat Islam.

Dia mengatakan, mendiang Imam Khamenei selalu menaruh perhatian besar kepada generasi muda. Pesan-pesannya banyak menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, inovasi dan kemandirian bangsa.

“Beliau selalu mendorong kaum muda agar percaya pada kemampuan dirinya sendiri, menghasilkan ilmu pengetahuan, melakukan inovasi dan aktif dalam pengembangan pemikiran,” ucapnya.

Baca juga : Dubes Rolliansyah Soemirat Hadiri Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei

Acara penghormatan tersebut juga dihadiri mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ridlwan Habib. Mewakili para tamu undangan, dia menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah dan rakyat Iran.

Menurut Ridlwan, bukan hanya Iran yang kehilangan atas wafatnya Imam Khamenei. Namun, umat Islam di berbagai negara juga merasakannya.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh rakyat Iran yang telah menunjukkan kepada kami bagaimana seharusnya umat Islam berjuang. Semoga keteguhan dan kedamaian senantiasa menyertai bangsa Iran,” ujarnya.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.