BREAKING NEWS
 

Trump Ancam Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Tensi Perang Dagang AS VS Kanada Kembali Panas

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 27 Agustus 2026 06:10 WIB
PM Kanada Mark Carney. Foto: BLOOMBERG

RM.id  Rakyat Merdeka - Tensi hubungan Amerika Serikat (AS) dan Kanada kembali memanas. Perang dagang antara Washington dan Ottawa kian sengit setelah negosiasi perdagangan kedua negara mengalami kebuntuan.

Presiden AS Donald Trump ikut memanaskan situasi melalui unggahan di media sosial Truth Social, Selasa (25/8/2026). Trump mengatakan, AS sedang mempertimbangkan perubahan nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Alasannya, AS diperkirakan tidak akan lagi melakukan banyak kegiatan bisnis dengan Ontario.

Pernyataan tersebut muncul di tengah mandeknya pembicaraan perdagangan dengan Ontario, provinsi dengan populasi terbesar di Kanada.

Danau Ontario merupakan satu dari lima Danau Besar (Great Lakes) di Amerika Utara. Danau tersebut berada di perbatasan Provinsi Ontario, Kanada dan Negara Bagian New York, AS.

Baca juga : Raisa Andriana, Debut Akting Jadi Srikandi

Pernyataan Trump mendapat respons dari Pemerintah Kanada. Perdana Menteri (PM) Mark Carney menuding kebijakan Trump berpotensi menghancurkan industri Kanada.

Meski perang pernyataan sempat memanas, sejumlah pejabat kedua negara berupaya menurunkan tensi agar perundingan perdagangan tetap dapat dilanjutkan.

Menteri yang bertanggung jawab atas perdagangan AS-Kanada Dominic LeBlanc mengatakan, Pemerintah Kanada memilih tidak menanggapi setiap pernyataan Trump di media sosial.

Adsense

“Pemerintah federal sejak beberapa bulan lalu telah memutuskan tidak merespons unggahan harian di media sosial, baik dari Presiden maupun para menterinya,” ujar LeBlanc dalam wawancara dengan CNBC.

Baca juga : Listrik & Sinyal di Flores Sudah Pulih 100 Persen

Ketegangan ini terjadi setelah AS memberlakukan tarif hingga 50 persen terhadap sejumlah barang asal Kanada. Kebuntuan perundingan membuat Negeri Maple menghadapi beban tarif sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp 353,8 triliun.

Kanada kemudian membalas dengan menerapkan tarif (retaliatory tariffs) terhadap sejumlah produk AS. Kebijakan tersebut ditujukan untuk melindungi industri, pekerja dan perekonomian dalam negeri.

Berbagai komoditas ekspor utama AS menjadi sasaran tarif balasan. Mulai dari baja dan furniture hingga sejumlah produk pangan seperti tuna segar.

“Tarif itu akan berdampak nyata bagi pekerja, bisnis dan masyarakat Kanada di seluruh negeri. Kanada harus mengambil tindakan,” kata Menteri Keuangan François-Philippe Champagne seperti dilansir BBC.

Baca juga : Pimpin Langsung Penanganan Karhutla, Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan

Pemerintahan Carney juga menyiapkan tambahan dana sekitar Rp 95,87 triliun untuk membantu bisnis dan pekerja yang terdampak perang dagang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menekan potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan menjaga kelangsungan perusahaan.

Eskalasi konflik perdagangan ini turut mengancam keberlangsungan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara atau USMCA yang melibatkan AS, Kanada dan Meksiko.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum bahkan mengutus Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard ke Washington untuk melakukan pembicaraan darurat setelah negosiasi perdagangan AS-Kanada kandas. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 27 Agustus 2026 dengan judul "Trump Ancam Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika Tensi Perang Dagang AS VS Kanada Kembali Panas"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense