BREAKING NEWS
 

Perang Lawan Iran Bikin Bokek

AS Kuras Gaji Tentara

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 29 Agustus 2026 06:30 WIB
Para pelaut Angkatan Laut AS bekerja di dek penerbangan kapal induk USS George Washington saat melintasi Laut Arab, 20 Agustus 2026. Foto: Reuters/US Navy

RM.id  Rakyat Merdeka - Ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melumpuhkan Iran selama enam bulan terakhir mulai menguras kantong militer Negeri Paman Sam. Pentagon (Departemen Perang AS) dikabarkan bokek dan terpaksa mengalihkan dana gaji personel Angkatan Laut (AL) AS untuk menambal biaya perang yang terus membengkak.

Berdasarkan data yang dikumpulkan The Guardian, dari Departemen Pertahanan AS dan wawancara dengan sejumlah personel AL AS, perang AS versus Iran telah menyedot anggaran dalam jumlah besar.

Operasi AS-Israel yang menguras cadangan amunisi kini membebani anggaran di berbagai lini militer. Dalam memo Pentagon mengenai pendanaan AL AS yang dilihat The Guardian, disebutkan adanya kekurangan dana pada pos pembayaran gaji. Departemen tersebut mengambil dana dari pos itu untuk membiayai operasi tempur.

Sejumlah analis dan mantan pejabat Pentagon mengatakan, dana yang tersedia kian menipis.

Baca juga : Serius Bidik Mafia Pembuang Sampah, Pram Bakal Sanksi Dan Bersihkan Ordal

“Celengannya sudah pecah,” ujar pensiunan perwira AL AS Harlan Ullman. Dia merupakan anggota Komisi Nasional untuk Masa Depan Angkatan Laut.

Ullman mencatat, selama perang di Irak dan Afghanistan, pendanaan lebih mudah diperoleh dari Kongres karena konflik-konflik tersebut disahkan melalui sebuah resolusi.

“Tidak ada otorisasi untuk menggunakan kekuatan dalam kasus ini. Apakah Kongres berkewajiban membiayai konflik yang tidak mereka sahkan?” tanyanya.

Sebagai informasi, Kongres tidak pernah memberikan otorisasi khusus untuk menggunakan kekuatan militer (AUMF) kepada Trump terkait serangan AS ke Iran.

Baca juga : Liverpool Vs Nottingham Forest , Wajib Menang Di Anfield

Trump memerintahkan serangan pada 28 Februari 2026 dan baru pada 2 Maret memberi pemberitahuan kepada Kongres berdasarkan War Powers Resolution 1973.

Krisis anggaran tersebut juga mulai berdampak pada operasional militer. Seorang pejabat dan seorang kontraktor AL AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pemeliharaan nondarurat pada sejumlah fasilitas di darat terpaksa ditunda akibat keterbatasan dana.

Seorang pejabat AL AS yang mendapat penjelasan mengenai rencana instansinya mengatasi kekurangan dana mengatakan, pengalihan anggaran dilakukan dengan cara-cara yang “unik”.

“Dana untuk gaji personel sempat dialihkan untuk membiayai kebutuhan tak terduga di luar negeri, dan kini ditutupi kembali menggunakan dana lain yang belum terpakai,” kata pejabat tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Baca juga : Julie Estelle, Pamer Baby Bump

Besarnya kebutuhan anggaran AL AS membuat persoalan ini semakin serius. Untuk tahun anggaran 2026, anggaran AL AS hampir mencapai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp 5.312 triliun.

Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan. Mulai dari personel, pembangunan kapal, pengadaan sistem persenjataan tertentu, latihan hingga pemeliharaan rutin. Meski demikian, undang-undang membatasi pengalihan atau penyesuaian dana antarpos anggaran.

Adsense

Pihak AL AS membantah bahwa dana operasional dan pemeliharaan telah habis. Dalam sebuah pernyataan, perwakilan AL AS mengatakan dana untuk kebutuhan tersebut masih tersedia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense