Sebelumnya
“Departemen Angkatan Laut sedang mengelola sumber dayanya secara aktif untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji dengan tepat waktu,” bunyi pernyataan pihak AL AS.
Namun, di lingkungan militer AS, kekurangan dana tersebut bukan lagi menjadi rahasia.
“Mereka hanya tidak membicarakannya secara terbuka,” ujar analis pertahanan dari lembaga pemikir konservatif American Enterprise Institute Todd Harrison.
Harrison menduga kondisi tersebut merupakan keputusan yang sengaja diambil para pimpinan di Pentagon.
Baca juga : Serius Bidik Mafia Pembuang Sampah, Pram Bakal Sanksi Dan Bersihkan Ordal
“Mereka tidak ingin terlihat seolah-olah sedang merusak kesiapan militer masa depan demi sebuah perang yang kian menjadi beban politik,” sebut Harrison.
Kekhawatiran mengenai krisis anggaran sebenarnya telah muncul sejak beberapa bulan lalu. Pada pertengahan Mei, Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle sudah memperingatkan Kongres bahwa situasi kritis akan terjadi pada Juli 2026.
“Anggaran Tahun Fiskal 2026 tidak mencakup alokasi untuk Epic Fury. Saya khawatir harus mulai mengambil keputusan pada bulan Juli terkait cara saya mengalokasikan personel dengan dana yang ada,” ujar Caudle, dikutip dari The Guardian, Jumat (28/8/2026).
Peringatan tersebut kemudian diikuti desakan Menteri Perang AS Pete Hegseth kepada Kongres agar menyediakan dana darurat.
Baca juga : Liverpool Vs Nottingham Forest , Wajib Menang Di Anfield
“Tanpa dana tersebut, kita menghadapi kekurangan yang kritis,” ujar Hegseth pada Juli lalu.
Hegseth mengatakan perang Iran telah menelan biaya 35,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 632 triliun. Namun, tidak jelas apakah angka tersebut sudah mencakup seluruh biaya perang.
Ketika pemerintahan Trump meminta dana darurat sebesar 67 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.182 triliun kepada Kongres untuk Departemen Pertahanan, pemerintah tidak merinci berapa besar dana yang akan dialokasikan khusus untuk Angkatan Laut.
Sementara, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada Juli telah mengesahkan rancangan Undang-Undang (RUU) Pertahanan senilai 1,15 triliun dolar AS serta otorisasi anggaran terpisah yang akan menyediakan 73 miliar dolar AS untuk perang di Iran.
Baca juga : Julie Estelle, Pamer Baby Bump
Namun, kedua langkah tersebut masih harus melewati proses legislasi berikutnya dan kecil kemungkinan segera disahkan menjadi undang-undang. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 29 Agustus 2026 dengan judul "Perang Lawan Iran Bikin Bokek AS Kuras Gaji Tentara"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.