BREAKING NEWS
 

Duta Besar China Untuk Indonesia Wang Lutong

Hadiri Peresmian Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Di Bandung

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 2 September 2026 06:00 WIB
Dubes Wang Lutong (tengah) foto bersama di depan Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2026). (Foto: Dok. Kedubes China)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanah Parahiyangan kini memiliki Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia. Berlokasi di Nana Rohana Kota Bandung, Gedung itu menyediakan fasilitas kelas gratis belajar bahasa Mandarin, kaligrafi, wushu, barongsai hingga Xiangqi (catur gajah).

Duta Besar (Dubes) China untuk Indonesia Wang Lutong menghadiri peresmiannya, bertepatan dengan Perayaan Ulang Tahun Emas (Golden Jubilee) Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), pada 25 Agustus 2026.

“Pusat kebudayaan ini menjadi bukti betapa kuatnya persahabatan Indonesia dengan China hingga ke akar rumput,” ujar Dubes Wang dalam keterangan di laman website Kedubes China di Indonesia, Senin (31/8/2026).

Baca juga : Prabowo: Menkeu Tolak Utang IMF

Menurutnya, pusat kebudayaan ini menceritakan sejarah panjang peradaban dan interaksi sosial masyarakat Tionghoa di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, yang telah lama membaur melalui kuliner, busana, hingga karya kreatif.

Kehadiran pusat edukasi dan kebudayaan ini diharapkan menjadi magnet baru pelestarian budaya serta penguat toleransi di Jawa Barat.

Adsense

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan serta lebih dari 700 tamu undangan hadir dalam acara tersebut.

Baca juga : Karhutla Mereda, Tapi Belum Aman

Menyadari potensi besar gedung ini sebagai destinasi baru, Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kolaborasi Pemerintah Daerah dalam mengelola lingkungan sekitar kawasan tersebut.

Dia memproyeksikan gedung tersebut sebagai sentra edukasi, sekaligus rujukan bagi para pelajar.

Secara khusus, Dedi juga menyoroti fenomena akulturasi budaya di dalam fasilitas tersebut.

Baca juga : Jabatan Ketum PBNU Kembali Ke Trah Pendiri

Salah satunya masyarakat keturunan Tionghoa yang belajar bahasa Mandarin dari pengajar asal Desa Gurudug, Kabupaten Purwakarta.

“Pengajar tersebut belajar ke China karena dikirim oleh pesantren. Ini cermin sudah terjadi interaksi kebudayaan yang luar biasa,” ucapnya.

Ketua YDSP sekaligus Koordinator Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) Herman Widjaja menambahkan, fasilitas ini terbuka seluas-luasnya untuk umum demi mempererat persaudaraan seluruh elemen masyarakat. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense