Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Timnas U-20 Vs Malaysia Main Kaca Mata di Kualifikasi Piala Asia
- Lolos ke Grup ACL Two, Persib Ditunggu Klub Australia
- Barcelona Pesta Gol, Yamal dan Raphinha Bersinar
- Bawa 4 Trofi, Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina
- Meletus Lagi! Semburan Abu Sinabung Capai 3.500 Meter, Kuta Gugung Mulai Siaga
Gus Kikin Cicit KH Hasyim Asy’ari
Jabatan Ketum PBNU Kembali Ke Trah Pendiri
Selasa, 1 September 2026 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Nahkoda kapal besar Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya kembali ke trah pendirinya. KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dipilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.
Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) pagi. Ia sebelumnya mengantongi dukungan tertinggi muktamirin dengan 472 suara. Gus Kikin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menjadi figur dari trah langsung pendiri NU yang akhirnya menduduki kursi tertinggi organisasi.
Sebelum Gus Kikin, trah pendiri NU yang pernah menjadi Ketum PBNU adalah KH Abdul Wahid Hasyim masa khidmah 1951-1954. Dia merupakan putra langsung dari KH Hasyim Asy'ari. Selanjutnya, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Presiden ke-4 RI itu adalah cucu dari KH. Hasyim Asy'ari dan anak dari KH Abdul Wahid Hasyim. Gus Dur menjabat sebagai Ketum PBNU selama tiga periode pada tahun 1984–1999.
Muktamar ke-35 NU berlangsung panjang dan melelahkan. Pleno demi pleno diwarnai perdebatan, mulai dari tata cara pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, hingga aturan masa iddah politik satu tahun bagi calon ketua umum.
Baca juga : Kejagung Bongkar Kasus Nikel 401 Miliar
Dinamika bahkan sempat memanaskan arena Muktamar. Hujan interupsi terjadi dalam sidang pleno, sementara aksi massa pendukung salah satu kandidat berlangsung di luar arena.
Namun, seluruh dinamika tersebut akhirnya berhasil dilewati. Muktamirin menetapkan sembilan anggota AHWA melalui sidang pleno pada Minggu (30/8/2026) sore. Mereka adalah KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) dengan perolehan 10,31 persen suara, TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled NU) 10,14 persen, KH Baharuddin 8,34 persen, KH Miftachul Akhyar 7,44 persen, KH Afifuddin Muhajir 7,21 persen, KH Anwar Iskandar 6,93 persen, KH Anwar Manshur (Lirboyo) 6,44 persen, KH Said Aqil Siroj 5,80 persen, dan KH Abun Bunyamin 5,70 persen.
Kesembilan kiai itu, kemudian menggelar sidang tertutup untuk menentukan Rais Aam PBNU. Melalui musyawarah mufakat, AHWA menetapkan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031, pada Minggu (30/8/2026) malam.
“Setelah melakukan musyawarah tertutup, anggota Ahlul Halli wal Aqdi mufakat memutuskan bahwa nama Kiai Haji Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar masa khidmah 2026-2031,” ujar KH Anwar Iskandar saat membacakan Berita Acara Rapat AHWA.
Setelah Rais Aam terpilih, proses dilanjutkan ke pemilihan Ketua Umum PBNU.
Lima kandidat dengan dukungan suara terbanyak dari muktamirin kemudian harus memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.
Nama yang mendapatkan restu dikembalikan ke forum Muktamar untuk dipilih melalui musyawarah mufakat. Jika musyawarah mufakat tidak tercapai, penetapan Ketua Umum diserahkan kepada AHWA.
Dari proses tersebut, lima nama yang memperoleh dukungan terbanyak adalah Gus Kikin dengan 472 suara, KH. Zulfa Mustofa 262 suara, KH Abdussalam Sochib 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin 155 suara.
Baca juga : KPK Geledah 8 Lokasi Dan Sita Sejumlah Dokumen
AHWA kemudian kembali menggelar rapat tertutup di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Senin (31/8/2026), mulai pukul 06.20 hingga 07.00 WIB.
Hasilnya, AHWA secara mufakat menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,” kata KH Anwar Iskandar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya