Sebelumnya
Artinya, meski pembelian minyak China menjadi salah satu penopang ekonomi Teheran, Beijing tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan Iran.
Sementara, para importir China tetap waspada terhadap ancaman sanksi AS. Perusahaan penyulingan minyak raksasa milik China, seperti Sinopec dan PetroChina, selama ini menghindari minyak Iran. Perdagangan lebih banyak dilakukan kilang independen skala kecil yang dikenal sebagai teapot refinery.
Kilang-kilang tersebut memiliki keterkaitan yang lebih minim dengan sistem keuangan global berbasis dolar, sehingga relatif lebih leluasa bertransaksi dengan Iran.
Baca juga : Cadangan Air DKI Masih Aman Hingga Akhir 2026
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah kilang-kilang kecil itu, tapi belum menyasar bank-bank besar China yang dituding memfasilitasi pembelian minyak Iran.
Walaupun Trump telah mengisyaratkan rencana menyasar sistem keuangan Beijing melalui Operation Economic Outcast, sejumlah analis meragukan Washington akan mengambil risiko itu. Pasalnya, itu akan memancing kemarahan Beijing.
Apalagi, AS dan China sedang berupaya meredakan ketegangan perang dagang menjelang pertemuan Xi dan Trump pada 24 September 2026.
Baca juga : Kenangan Buruk Si Ular
Pakar kebijakan China di Timur Tengah Mordechai Chaziza mengatakan, minyak Iran memang penting. Tetapi China bisa memperoleh pasokan energi dari Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab dan banyak pemasok lainnya.
Menurut dia, stabilitas kawasan Teluk menjadi kepentingan besar bagi China. Skenario ideal bagi Beijing adalah Iran yang stabil, berdaulat dan terhubung secara ekonomi. Sebab, sebagian besar pasokan energi berasal dari kawasan tersebut.
Mantan pejabat senior Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan AS Kerri Bitsoff melihat, hubungan China-Iran lebih sebagai hubungan pelanggan dan pemasok.
Baca juga : Debut Peringkat 1 Dunia, Jojo Ditekuk Diaspora Muda
“Menurut saya, ini bukanlah bentuk aliansi seperti yang dibayangkan sebagian orang, meski ada dukungan nyata. Saya lebih melihatnya sebagai hubungan pelanggan yang tidak bisa ditinggalkan oleh Iran,” ujar Bitsoff.
Menurut dia, Beijing akan terus bertahan bersama Teheran selama kepentingannya tidak terusik. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 5 September 2026 dengan judul "China Tak Mau Terseret Konflik AS-Iran Hanya Mitra Bisnis, Beijing Jaga Jarak Dengan Teheran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.