BREAKING NEWS
 

Gelar State Dinner Mewah, Minim Bahasa Isu Strategis

Jamuan Trump Untuk Xi Mirip Kontes Kecantikan

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 26 September 2026 06:30 WIB
Presiden Donald Trump (kanan) tengah berbincang seru dengan Presiden Xi Jinping yang duduk di sebelah kanannya di momen makan malam di Gedung Putih, Washington DC, AS, Kamis (24/9/2026). Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

RM.id  Rakyat Merdeka - Jamuan makan malam kenegaraan (state dinner) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih, berlangsung mewah dan penuh tokoh papan atas. Namun, di tengah kemeriahan itu, sejumlah politisi Negeri Paman Sam menyindir pertemuan tersebut lebih menyerupai “kontes kecantikan” karena minim pembahasan isu strategis.

Kritik itu muncul setelah Trump menjamu Xi dan Ibu Negara China Peng Liyuan di East Room, Gedung Putih, Washington DC, Kamis (24/9/2026).

Acara tersebut dihadiri sejumlah pentolan perusahaan teknologi AS. Mulai dari Chief Executive Officer (CEO) OpenAI Sam Altman, CEO Nvidia Jensen Huang, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, hingga CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai.

Jamuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan Trump-Xi yang sarat kehormatan diplomatik dan simbol kemewahan. Namun, tidak terlihat adanya terobosan besar dalam isu-isu yang menjadi sumber perbedaan kedua negara.

Suasana mewah memang sangat terasa dalam dinner tersebut. Kehadiran para petinggi perusahaan teknologi memperlihatkan kuatnya dimensi bisnis dan teknologi dalam hubungan AS-China.

Para eksekutif perusahaan raksasa AS juga memiliki kepentingan langsung terhadap akses pasar China, rantai pasok, semikonduktor, serta perkembangan kecerdasan buatan.

Dalam pidato sambutannya, Trump menegaskan eratnya hubungan personal antara dia dan Xi, meski kedua negara memiliki sistem politik dan pemerintahan yang berbeda.

Baca juga : Operasional LRT Hingga Pukul 24.00 & Headway Dipangkas

“Ikatan antarmasyarakat kami tetap bertahan dan kami tidak pernah berhubungan lebih baik daripada saat ini,” ujar Trump.

Menurutnya, kedua negara dapat terus membangun hubungan yang mempromosikan kemakmuran dan keamanan bagi generasi mendatang.

Xi merespons dengan menyoroti keselarasan visi kedua pemimpin negara. Dia mengutip komitmen Trump untuk “membuat Amerika hebat kembali” (Make America Great Again), serta komitmen China untuk mencapai peremajaan nasional yang hebat. “Kedua tujuan ambisius tersebut sangat mungkin untuk saling mendukung satu sama lain,” pesan Xi.

Kehangatan hubungan personal itu juga terlihat dari berbagai agenda simbolis sepanjang kunjungan Xi ke Gedung Putih.

Trump mengajak Xi meninjau helikopter kepresidenan Marine One dan helipad baru.

Trump bahkan menyebut proyek tersebut berpotensi menyaingi Great Hall of the People di Beijing, tempat dia pernah dijamu Xi dalam kunjungan kenegaraan sebelumnya.

Adsense

Trump juga memberikan patung burung elang sebagai kenang-kenangan khusus untuk Xi.

Baca juga : Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024

Menurut Trump, patung tersebut dirancang melalui kolaborasi pribadinya bersama Melania Trump.

Duta Besar Swiss Untuk Indonesia Konstantin Obolensky

Acara ditutup dengan sajian vanilla crémeux, konfit ceri asam, walnut frangipane, serta es krim berbahan madu asli dari pekarangan Gedung Putih.

Sejumlah politisi AS menilai, acara dinner itu kurang berbobot dan hanya jadi ajang kontes kecantikan saja. Mereka menyayangkan Trump tidak menekan Xi soal isu Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, perang tarif, hingga Taiwan.

Dalam pertemuan bilateral, Taiwan tetap menjadi salah satu isu paling sensitif. Xi dilaporkan mendesak AS menentang kemerdekaan Taiwan. Sementara, belum terlihat terobosan mengenai sejumlah persoalan besar lain, termasuk kecerdasan buatan, perdagangan dan mineral kritis.

Kritik paling keras datang dari sejumlah senator Demokrat. Dalam pernyataan yang ditandatangani sedikitnya 19 anggota dari 47 anggota kaukus Demokrat dan dilihat Reuters, mereka mendesak Trump segera menyalurkan lebih dari 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 269,46 triliun untuk bantuan keamanan Taiwan.

Dana tersebut terdiri dari 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 23,32 triliun dalam bentuk pendanaan, serta paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp 251,16 triliun yang telah disetujui Kongres.

Baca juga : Sara Wijayanto, Santai Jalani Sidang Cerai

Para senator tersebut juga mendesak Trump memperjuangkan Hak Asasi Manusia (HAM) dan pembebasan warga AS yang menurut mereka ditahan secara tidak sah di China.

Mereka turut mengkritik pelonggaran pembatasan penjualan chip kelas atas ke China.

Perpanjangan gencatan senjata tarif AS-China juga dinilai belum menyelesaikan persoalan rantai pasok. termasuk dominasi China dalam pemurnian mineral tanah jarang.

Sejumlah anggota Partai Republik yang merupakan sekutu Trump juga memanfaatkan momentum pertemuan Trump dan Xi untuk mendorong pencairan dana bagi Taiwan.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa di balik kemeriahan state dinner, masih terdapat sejumlah persoalan besar yang belum terselesaikan dalam hubungan Washington-Beijing.

Pertemuan Trump-Xi juga berlangsung menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang. Respons para anggota Kongres terhadap pertemuan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana isu China, Taiwan, perdagangan dan teknologi dapat terus menjadi bahan perdebatan politik domestik AS. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 26 September 2026 dengan judul "Gelar State Dinner Mewah, Minim Bahasa Isu Strategis Jamuan Trump Untuk Xi Mirip Kontes Kecantikan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense