BREAKING NEWS
 

Perang Iran & Ekonomi Jadi Beban Pemilu Sela

Dongkrak Suara Republik, Trump Keliling AS 32 Hari

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 3 Oktober 2026 06:10 WIB
Presiden AS Donald Trump menyapa para pendukungnya di Peterbilt Motors, Texas, 1 Oktober 2026. Foto: White House X Account

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai turun gunung. Sebulan lebih, Trump memulai safari politiknya dengan berkeliling Negeri Paman Sam untuk mendongkrak dukungan Partai Republik menghadapi Pemilu sela 3 November 2026.

Tur 32 hari itu dimulai dari Texas dan Oklahoma, Kamis (1/10/2026). Trump menjadikan kunjungan tersebut sebagai panggung untuk membela rekam jejak pemerintahannya, sekaligus mengampanyekan kandidat Republik yang tengah menghadapi persaingan ketat.

Dalam kunjungan pertamanya di Denton, Texas, Trump berupaya membalik narasi mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahannya yang terus tertekan.

Berbicara di hadapan para pendukungnya di pabrik Peterbilt Motors Company, Trump memberikan nilai tinggi untuk kinerja pemerintahannya.

“Saya memberi nilai A plus untuk kinerja pemerintah, ekonomi dan segala hal yang dilakukan Pemerintahan saya,” klaim Trump, Kamis (1/10/2026).

Taipan real estate itu juga menyalahkan pemberitaan media yang dinilainya tidak adil. Menurutnya, kinerja pemerintahannya sebenarnya jauh lebih baik dibandingkan pemberitaan yang beredar.

Baca juga : Chelsea Olivia, 11 Tahun Penuh Tawa & Duka Dengan Glenn

“Kinerja kami diberitakan dengan buruk. Namun, kerja tim kami sangat hebat di lapangan,” ujar Trump, dikutip Al Jazeera, Jumat (2/10/2026).

Persoalan yang dihadapi Trump bukan hanya pemberitaan media. Hasil jajak pendapat AP-NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan, 71 persen warga AS tidak menyetujui cara Trump menangani perang dengan Iran. Sebanyak 69 persen bahkan menilai, perang tersebut tidak layak untuk diperjuangkan.

Di bidang ekonomi, hanya 26 persen responden yang menyetujui cara Trump menangani perekonomian. Sementara, hanya 17 persen yang menyetujui penanganannya terhadap biaya hidup. Survei tersebut digelar pada 24-28 September 2026 terhadap 2.140 orang dewasa AS.

Tekanan ekonomi menjadi salah satu isu utama yang berpotensi membayangi kampanye Partai Republik.

Kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok menjadi perhatian pemilih. Sebanyak 65 persen responden AP-NORC menilai, kenaikan harga yang mereka rasakan berkaitan dengan kebijakan Trump.

Trump berupaya membantah kekhawatiran tersebut dengan mengangkat sejumlah kebijakan yang menurutnya telah membawa keuntungan bagi pekerja Negeri Paman Sam itu.

Baca juga : Bahlil Makin Dipercaya Presiden

Di pabrik Peterbilt, misalnya, Trump menggembar-gemborkan kebijakan tarif yang diklaimnya telah menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur.

“Selama berpuluh-puluh tahun, kalian dikhianati tanpa rasa peduli oleh para politisi yang buruk. Mereka membiarkan pihak asing yang curang dalam perdagangan, merampas upah kalian, menjarah pabrik kalian, dan melenyapkan pekerjaan kalian,” ujar Trump kepada para pekerja.

Trump juga menggunakan panggung kampanye untuk meredakan kekhawatiran mengenai perang dengan Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.

“Sesuai janji, saya memastikan Iran akan segera ditaklukkan. Saya janji kepada Anda, harga energi akan turun dengan sangat, sangat cepat,” katanya.

Perang tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi Pemerintahan Trump setelah terganggunya lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Harga solar—bahan bakar yang digunakan mayoritas truk-truk produksi pabrik—melonjak hingga mencapai rekor tertinggi lebih dari 6 dolar AS per galon (Rp 107,5 ribu) pada pekan lalu.

Baca juga : Temuan BPS: Beras Melimpah, Harganya Naik

Harga bensin pun mengalami lonjakan serupa.

Di tengah situasi tersebut, Trump berusaha meyakinkan pemilih bahwa pemerintahannya mampu mengendalikan dampak ekonomi gara-gara perang.

Adsense

“Saya yakin kita akan menang tepat setelah Pemilu, atau mungkin bahkan sebelum Pemilu,” klaim Trump.

Bagi kubu Trump dan Partai Republik, Pemilu sela kali ini memiliki arti penting. Seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS diperebutkan. Begitu pula 35 dari 100 kursi Senat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense