BREAKING NEWS
 

Serang Diplomat Eropa & Jurnalis Hingga Terluka

Tangkap & Adili Pemukim Israel Yang Makin Brutal

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 19 Oktober 2026 06:10 WIB
Bernard Baudoux (78), Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis utara, terduduk bersandar di samping mobil usai diserang para pemukim Israel di Desa Kristen Taybeh, Tepi Barat, Palestina, Sabtu (17/10/2026). FOTO: SCREEN GRAB/VIDEO X DORON_KADOSH

RM.id  Rakyat Merdeka - Para pemukim Israel berlaku brutal di Tepi Barat. Mereka menyerang sekelompok diplomat Eropa saat berkunjung ke Desa Taybeh, yang dihuni mayoritas warga Kristen, di Tepi Barat, Palestina, Sabtu (17/10/2026).

Tiga orang dikabarkan terluka dalam serangan tersebut. Salah satu korban adalah Bernard Baudoux (78), Wali Kota Aulnoye-Aymeries, Prancis utara.

Menurut Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot, dalam rombongan itu ada diplomat Belgia, Prancis dan Polandia, serta perwakilan Katolik.

“Seorang wali kota Prancis diserang dan sebuah kendaraan Belgia rusak. Tim kami dalam keadaan aman,” kata Prevot, dikutip Reuters.

Dia mengaitkan serangan tersebut dengan “kebijakan pemukiman ilegal” Israel. Prevot berjanji akan mendesak Uni Eropa untuk memberlakukan sanksi lebih lanjut. “Impunitas bagi para pemukim yang melakukan kekerasan harus diakhiri,” tegasnya.

Baudoux datang bersama rombongan diplomat Eropa untuk menandatangani kesepakatan persahabatan antardaerah. Dia ikut memanen zaitun sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina.

Musim panen zaitun merupakan periode penting bagi kehidupan ekonomi dan budaya masyarakat Palestina. Namun, kegiatan itu berubah menjadi aksi kekerasan. Sejumlah pemukim bertopeng datang dan menggila di lokasi itu.

“Tiga kendaraan datang. Sejumlah orang bertopeng membawa batang besi keluar dan mendekati kami dengan sangat agresif,” kata Baudoux melalui Facebook.

Dia mengaku dipukul menggunakan batang besi, ditendang, kemudian didorong hingga terjatuh ke tanah. Para penyerang juga memecahkan kaca kendaraan lapis baja milik perwakilan diplomatik Belgia.

Melansir The Guardian, Uskup Agung Cambrai, Prancis, Vincent Dollmann, juga diancam oleh tujuh pemukim Israel bertopeng. Sebagian dari mereka membawa pentungan.

Baca juga : Alda Callista, Sabet Mahkota Miss Indonesia

Baudoux menilai, serangan tersebut mengindikasikan adanya pembiaran terhadap kekerasan pemukim Israel.

Pastor Bashar Fawadleh di Taybeh mengatakan, pemukim Israel sebelumnya juga menyerang warga Palestina yang tengah memanen zaitun. Seorang nenek dilaporkan terluka, sementara hasil panen warga dirampas.

“Satu orang dipukul di kepala hingga membutuhkan jahitan. Mereka juga memukuli seorang perempuan berusia 70-an setelah menghinanya dengan kata-kata yang sangat buruk,” kata Fawadleh.

Dia menegaskan, warga Taybeh telah bertahun-tahun menghadapi kekerasan pemukim Israel. Namun, serangan terhadap diplomat asing yang berkunjung ke desa tersebut merupakan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Israel, Yesh Din, mencatat lebih dari 170 serangan pemukim sejak 27 September 2026.

Sementara, Otoritas Palestina menyatakan, empat orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam kekerasan sejak musim panen dimulai. Ribuan pohon zaitun juga dilaporkan rusak.

Para pemukim Israel berulang kali menyerang petani, merusak pohon zaitun, serta menghalangi warga Palestina memanen hasil kebun mereka.

Aktivis Amit Orfali yang berada di lokasi turut membagikan rekaman video yang memperlihatkan sejumlah penyerang bertopeng mendekati kendaraan dan meminta kartu identitas para penumpangnya. “Mereka mengancam akan membunuh kami,” kata Orfali.

Adsense

Sehari sebelumnya, Jumat (16/10/2026), pemukim Israel menyerang warga Palestina yang tengah memanen zaitun di Desa Abu Falah, dekat Ramallah. Kali ini, Heidi Levine (64), fotografer perempuan AS yang bekerja untuk The Washington Post, menjadi korban.

Meski mengenakan rompi bertuliskan PRESS sebagai penanda identitas wartawan, Levine tetap dipukuli, ditendang dan didorong hingga jatuh ke tanah.

Baca juga : Padamkan Karhutla, Negara Lain Yang Mau Bantu, Silakan Datang

Akibat penganiayaan tersebut, Levine mengalami patah pada empat ruas tulang belakang, satu tulang rusuk, serta sejumlah luka berdarah. Para penyerang juga merampas paspor, telepon seluler, dompet dan peralatan fotografinya.

Levine dirawat di Rumah Sakit Beilinson, dekat Tel Aviv. Pihak rumah sakit menyatakan, dia menjalani operasi tangan pada Sabtu.

Levine mengatakan, penganiayaan terhadap dirinya sebagai terorisme Yahudi. Dia mengaku belum pernah melihat kondisi Israel seperti sekarang meski telah meliput kawasan tersebut selama lebih dari 40 tahun.

Dunia Mengecam

Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee mengecam keras serangan terhadap Levine. Dia menyebut tindakan tersebut sebagai terorisme dan mendesak Israel memenjarakan para pelaku.

“Menyerang seorang fotografer perempuan adalah tindakan teror yang keji, dilakukan oleh para pengecut bertopeng,” tulis Huckabee di X.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pemerintahnya sangat terganggu oleh rekaman kekerasan tersebut. Washington menginginkan Israel bertindak lebih tegas untuk mencegah serangan pemukim di Tepi Barat.

Presiden Israel Isaac Herzog turut menelepon Levine di rumah sakit. Dia mengatakan, penyerangan tersebut sebagai tindakan keterlaluan yang membebani nuraninya.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mendesak Israel segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil dan menangkap pelaku penganiayaan terhadap Baudoux.

“Otoritas Israel harus segera mengakhiri kekerasan kriminal ini dan menjamin keselamatan warga sipil, sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional,” tegas Barrot melalui X.

Baca juga : Setelah Ini, Siapa Lagi?

Militer Israel mengonfirmasi serangan terhadap rombongan diplomat dan menyebutnya sebagai tindakan kekerasan serius. Namun, militer juga menyalahkan rombongan tersebut karena kunjungannya tidak dikoordinasikan sebelumnya. Menurut militer Israel, tidak ada tentara yang berada di lokasi ketika serangan terjadi.

Polisi Israel telah membuka penyelidikan dan berjanji membawa pelaku ke pengadilan. Meski demikian, hingga Sabtu, belum ada pengumuman mengenai penangkapan tersangka.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar turut mengecam tindakan para perusuh. Namun, dia juga menilai kunjungan rombongan diplomat seharusnya dikoordinasikan dengan militer demi menjamin keselamatan mereka.

Sementara, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh ada pihak lain yang memicu serangan tersebut sebagai bagian dari kampanye terkoordinasi untuk mencemarkan nama Israel. Kantor Netanyahu juga menyoroti latar belakang Baudoux yang dikenal mendukung Palestina.

Ironisnya, Pemerintahan Netanyahu terus meningkatkan persetujuan pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat, yang dinyatakan ilegal berdasarkan hukum internasional. Ratusan pos permukiman tambahan juga didirikan tanpa izin Pemerintah Israel, tetapi tetap mendapatkan perlindungan militer.

Saat ini, sekitar 500 ribu warga Israel tinggal di permukiman Tepi Barat, berdampingan dengan sekitar tiga juta warga Palestina. Israel menduduki wilayah tersebut sejak perang Arab-Israel pada 1967. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Senin, 19 Oktober 2026 dengan judul "Serang Diplomat Eropa & Jurnalis Hingga Terluka Tangkap & Adili Pemukim Israel Yang Makin Brutal"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense