RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan kerja (kunker) Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong ke Jakarta, Kamis (22/10/2026), menjadi penegasan eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dengan Negeri Kanguru di kawasan Indo-Pasifik.
Jakarta menjadi destinasi penting Wong usai melawat dari Papua Nugini. Wong menghadiri pertemuan dengan Menlu Arrmanatha Nasir di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kamis (22/10/2026) pagi.
Kedatangannya sekaligus menjadi momen istimewa. Pasalnya, Wong merupakan Menlu negara sahabat pertama yang diterima Tata-sapaan Arrmanatha Nasir, yang baru dilantik menjadi menteri pada 1 Oktober 2026.
Pertemuan di Gedung Pancasila tersebut berlangsung hangat. Kedua negara memupuk rasa saling percaya, yang melandasi hubungan antartetangga yang baik selama 77 tahun.
Dalam pernyataannya, Wong menegaskan kedudukan krusial Jakarta bagi diplomasi Canberra.
Baca juga : Presiden Gelontorkan 400 T untuk Nelayan & Petani
“Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia,” kata Wong.
Menurutnya, Traktat Jakarta (Jakarta Treaty) yang ditandatangani Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan Presiden Prabowo Subianto pada November 2025 menjadi cermin dalamnya rasa saling percaya.
“Kami berkomitmen untuk bekerja sama demi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran kawasan,” ucapnya.
Pertemuan keduanya berlangsung sekitar 45 menit. Tata mengapresiasi kehadiran bos diplomat dari Australia itu sebagai sinyal kuat eratnya komunikasi antarkeduanya.
Tata menegaskan komitmen Indonesia untuk terus merawat persahabatan ini.
Baca juga : Nusron Nongol di Istana
“Penny Wong merupakan Menteri Luar Negeri pertama yang datang ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan tingkat menteri dengan saya. Ini menunjukkan kedekatan hubungan kedua negara,” tuturnya.
Tata juga menggarisbawahi arahan strategis dari Presiden Prabowo terkait prinsip diplomasi Indonesia di kawasan. Menurutnya, Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik (good neighbour) bagi semua negara tetangga, termasuk Australia.
“Hubungan Indonesia dan Australia selama ini berjalan sangat baik. Tentunya, saya sebagai Menteri Luar Negeri yang baru akan terus menjaga dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara,” tegasnya.
Selain membahas penguatan komunikasi di tingkat teknis hingga kepala negara, keduanya berdiskusi mengenai arsitektur keamanan dan ketahanan kawasan melalui wadah ASEAN, Indian Ocean Rim Association (IORA), serta Pacific Islands Forum (PIF). Keduanya juga menyepakati pentingnya mendorong reformasi pada sistem tata kelola multilateral saat ini.
Perkuat Pilar Ekonomi
Baca juga : Prabowo Nyalakan Mode Survival
Selain agenda diplomatik di Kemlu, rangkaian kunjungan Wong di Jakarta menyasar penguatan kerja sama pembangunan ekonomi dan sosial. Wong juga bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono. Keduanya membahas pilar prioritas pembangunan sosial dan ekonomi Indonesia.
Selain itu, Wong bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto resmi meluncurkan kelanjutan program kemitraan ekonomi unggulan, Australia-Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta. Program kemitraan pembangunan ekonomi tahap kedua ini bernilai 420 juta dolar Australia (sekitar Rp 5,292 triliun, kurs Rp 12.600) untuk 10 tahun ke depan.
“Australia dan Indonesia telah bekerja sama untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia. Tahap berikutnya dari Prospera mencerminkan komitmen kita untuk terus melanjutkan upaya tersebut,” ujar Wong.
Pada acara itu, Wong juga bertemu Menteri Keuangan (Menkeu) Suhasil Nazara dan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Meutya merupakan alumni perguruan tinggi Australia di The University of New South Wales, Sydney. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Sabtu, 24 Oktober 2026 dengan judul "Kunker Ke Jakarta, Tingkatkan Kerja Sama Di Kawasan Menlu Wong: Indonesia Mitra Penting Australia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.