Sebelumnya
Melihat perkembangan keadaan yang ada, berulangnya tragedi seperti itu sebenarnya dapat dicegah. Karenanya, diam-diam saya berpikir, apakah dunia ini memang tidak mampu memetik pelajaran dari masa lalu. Apakah manusia itu benar-benar sulit untuk berubah. Juga sulit untuk berbagi rasa dan bersedia untuk saling mendengar. Bukan hanya sigap berperang kata, bersahut-sahutan.
Mestinya, paling tidak harapan kita, para pemimpin dunia bisa menjadi bagian dari solusi dan bukannya bagian dari masalah. Mencari titik temu adalah solusi, sementara saling salah-menyalahkan itu masalah.
Terhadap ini semua, izinkan saya menyampaikan pandangan saya yang bersifat pribadi. Saya hanya ingin urun rembuk untuk kebaikan bersama, baik untuk masa kini maupun masa depan.
Baca juga : Gandeng MUA, Rossa Pengen Bisnis Kecantikan Lokal Bersaing Di Pasar Global
Pandangan saya ini sekaligus merupakan pesan kepada Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang saat ini sedang mengemban amanah memimpin bangsa Perancis.
Saya mulai dari isu tentang penggambaran karikatur Nabi Muhammad. Topik ini saya awali dengan sebuah pertanyaan yang sangat sederhana... apakah membuat karikatur Nabi Muhammad, apalagi yang sifatnya mengolok-olok, itu etis atau tidak etis, benar atau salah, serta boleh atau tidak boleh?
Jawaban dari pertanyaan ini sungguh penting, karena inilah yang menjadi sumber dan penyebab utama terus terjadinya benturan antara dunia Barat dan dunia Islam.
Baca juga : Ke Istana, Para Ulama Pulang Dengan Tangan Hampa
Saya tahu, Perancis dan dunia Barat umumnya berpendapat bahwa kebebasan itu mutlak dan tak dapat dihalang-halangi oleh siapa pun. Termasuk barangkali kebebasan untuk membuat karikatur Nabi Muhammad SAW, dengan segala olok-oloknya.
Nah, di sinilah saatnya saya harus berkata langsung (to the point). Hentikanlah membuat karikatur Nabi Muhammad. Sekali lagi, hentikanlah. Tindakan itu sangat melukai, menghina, melecehkan dan bahkan menantang umat Islam di seluruh dunia. Ini sungguh serius.
Saya tidak mendramatisasi dan melebih-lebihkan. Jika meminjam terminologi Barat, saya ini seorang muslim moderat dan bukan radikal. Saya juga berpikiran terbuka dan senantiasa membangun toleransi dengan umat agama mana pun, identitas apa pun. Meskipun, sebagai seorang muslim, saya tetap teguh pada akidah ajaran Islam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.