BREAKING NEWS
 

Terancam Dihukum 3 Tahun Penjara

Presiden Myanmar Dijerat Dakwaan Langgar Prokes

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 4 Maret 2021 05:25 WIB
Presiden Myanmar Win Myint. (Foto : Reuters).

 Sebelumnya 
“Mereka menembakkan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam,” kata seorang relawan medis di tempat kejadian ke­pada AFP, menambahkan bahwa sedikitnya 10 orang terluka dalam kejadian itu.

Kekerasan kemarin terjadi setelah para menteri luar negeri (menlu) negara-negara Asia Tenggara, termasuk perwakilan junta Myanmar Wunna Maung Lwin, membahas krisis tersebut pada pertemuan virtual.

ASEAN Desak Solusi Damai

Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) gagal membuat terobosan untuk Myan­mar, dalam pertemuan virtual 10 menteri luar negeri, kemarin. Semua kompak menyerukan agar elite Myanmar menahan diri. Tetapi, hanya empat anggota -In­donesia, Malaysia, Filipina dan Singapura yang menyerukan pembebasan tahanan termasuk Aung San Suu Kyi.

Baca juga : KLB Mimpi Di Siang Bolong

“Kami menyatakan kesiapan ASEAN untuk membantu Myanmar dengan cara yang positif, damai dan konstruk­tif,” demikian pernyataan ketua ASEAN Brunei.

Pada pertemuan informal Menlu Se-ASEAN, Selasa lalu (2/3), Menteri Luar Negeri Ret­no Marsudi menegaskan, bahwa keinginan dan niat baik ASEAN untuk membantu tidak akan dapat dijalankan jika Myan­mar tidak membuka pintu bagi ASEAN.

It takes two to tango,” kata Retno di konferensi pers yang digelar usai pertemuan infor­mal Menlu Se-ASEAN secara virtual.

Menlu Retno menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Myanmar adalah prioritas nomor satu. Oleh karena itu, Indonesia men­desak aparat Myanmar menahan diri dan tidak menggunakan kekuatan dan kekerasan.

Baca juga : Polri: Tak Melanggar Hukum

Retno juga menekankan pentingnya akses kemanusiaan bagi semua orang yang memerlukan, termasuk para tahanan politik.

“Dalam sejarahnya, saya sam­paikan ASEAN selalu mengu­tamakan dialog dalam menye­lesaikan masalah. Kebiasaan dialog ini telah berkontribusi bagi keberlangsungan hidup ASEAN selama lebih dari 50 tahun,” kata Retno.

Indonesia mendesak agar semua pihak terkait untuk memu­lai dialog dan komunikasi dan Kondisi yang kondusif, serta lepaskan para tahanan politik.

Retno menegaskan, komu­nikasi dan dialog internal antara sesama pemangku kepentingan di Myanmar selalu menjadi pilihan terbaik.

Baca juga : Rencana Pemerintah Revisi UU ITE Merupakan Langkah Maju

“Indonesia yakin bahwa ASE­AN juga siap untuk memfasilita­si dialog tersebut jika diminta,” tandasnya. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense