BREAKING NEWS
 

Varian Delta Belum Jinak, Jepang Nambah Wilayah Darurat Covid-19

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 25 Agustus 2021 10:20 WIB
Dalam status darurat, Jepang membolehkan restoran buka hingga pukul 8 malam. (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jepang berencana memperluas wilayah berstatus darurat Covid-19, ke 8 prefektur, sehingga totalnya menjadi 21, mulai Jumat (27/8) hingga 12 September mendatang. Menyusul tingginya beban kasus Covid-19 di berbagai rumah sakit di wilayah tersebut.

Wilayah baru yang berstatus darurat itu antara lain Hokkaido, Aichi, dan Hiroshima.

Menteri Perekonomian Yasutoshi Nishimura mengatakan, perluasan wilayah berstatus darurat yang mencakup separuh dari total 47 prefektur di Jepang, telah disetujui panel ahli eksternal. Dan akan difinalkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Jepang dalam pertemuan hari ini.

"Terpenting, kita harus memperkuat sistem medis. Mengamankan stok oksigen dan tenaga kesehatan adalah prioritas kami," kata Nishimura, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu (25/8).

Baca juga : Kaum Perempuan Terdampak Paling Parah Akibat Pandemi Covid-19

Penyebaran varian Delta yang begitu cepat, membuat pemerintah Jepang jumpalitan mengendalikan infeksi.

Ini terjadi di saat warga mulai bosan dengan kehidupan yang dibatasi, dan banyak perusahaan mengabaikan seruan kerja dari rumah, yang dikumandangkan berulang-ulang.

Adsense

NHK melaporkan, per Selasa (24/8), Jepang mencatat 21.570 kasus baru dan 45 angka kematian, dengan tingkat fatalitas kematian (case fatality rate/CFR) mencapai 1,2 persen.

Status darurat yang diterapkan selama berbulan-bulan di ibu kota, Tokyo, dan daerah sekitarnya gagal membalikkan lonjakan infeksi.

Baca juga : Dua Pekan Ini, Jabar Bebas Zona Merah Covid-19

Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur/bed occupancy rate (BOR) ICU di rumah sakit wilayah tersebut bahkan telah mencapai angka 90 persen.

"Demografi kami yang didominasi usia kerja adalah pencetus utama meningkatnya jumlah kasus positif. Kita perlu mengurangi pergerakan masyarakat, hingga separuhnya," jelas Nishimura.

Selain memperluas cakupan wilayah darurat, Jepang juga menambahkan 4 prefektur lainnya ke wilayah semi darurat. Sehingga, total wilayah yang berada dalam pembatasan tersebut menjadi 12.

Dibanding negara lain, pembatasan di Jepang cenderung lebih longgar.

Baca juga : IOF Jakarta Tebar Sembako Buat Warga Terdampak Covid-19

Restoran tutup pada jam 8 malam dan tidak diperkenankan menyajikan alkohol. Sementara perusahaan diimbau untuk menerapkan sistem bekerja dari rumah alias work from home (WFH) 70 persen. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense