Sebelumnya
Aris Munandar, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) dari Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah memperoleh kesempatan pertama untuk menyampaikan secara singkat kiprahnya dalam memberdayakan masyarakat di Desa Criwik dan sekitarnya.
Aris bercerita bagaimana dia mempengaruhi masyarakat Desa Criwik untuk membendung kegiatan penambangan ilegal dengan membangun Hutan Rakyat dengan komoditas Durian Criwik, sehingga menjadi Alas Durian Criwik.
Aktivitas lainnya adalah menjadikan desa tempat tinggalnya menjadi Desa Jamur Tiram yang mampu membendung arus urbanisasi warga desa dan menjadi enterpreneur Jamur Tiram, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan di sekitarnya, total pendapatan yang dapat dikumpulkan pertahun dari upaya-upayanya bersama masyarakat tersebut mencapai 4,5 miliar per tahun.
Baca juga : Atasi Karhutla, Pemerintah Tegakkan Hukum Multidoor
Kesempatan kedua, Parno, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Makarti Utama yang berasal dari Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah bercerita bagaimana dirinya bersama anggota kelompok dan Penyuluh Kehutanan PNS membangun Hutan Rakyat.
Selain itu mencoba untuk mengubah paradigma pemuda dan ibu-ibu untuk menggali berbagai potensi sumberdaya yang ada, sehingga mampu menumbuhkembangkan berbagai kegiatan di bidang kehutanan termasuk usaha produktif, sehingga mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok dan keluarga.
Penyaji ketiga, diisi oleh Triyono seorang Penyuluh Kehutanan PNS yang bertugas di Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah.
Baca juga : Sekjen KLHK Terima Lencana Melati Pramuka dari Presiden Jokowi
Beliau menceritakan bagaimana pengalamannya menumbuhkembangkan berbagai usaha produktif pada kelompok binaannya.
Berbekal kreativitas dan inovasinya, Triyono bersama kelompok tani hutan binaanya mampu mengembangkan tanaman pandan di lahan darat dan mengolahnya menjadi berbagai produk kerajinan.
Upaya mengolah tanaman pandan tersebut berhasil mempekerjakan lebih dari 2.000 orang masyarakat desa, dan luasan areal tanaman pandan mencapai 120 ha.
Baca juga : KLHK Segel 10 Lokasi Lahan yang Terbakar di Kalimantan Barat
Selanjutnya dirinya juga membuat terobosan dengan membudidayakan tanaman Gadung di bawah tegakan tanaman Jati dan mengolahnya menjadi usaha produktif Kerupuk Gadung, dan menggerakan para pemuda dalam membudidayakan Madu Klanceng yang dalam waktu 6 bulan berkembang menjadi 2.000 stup.
Selanjutnya, para teladan lainnya secara bergiliran mulai dari Kader Konservasi Alam, Kelompok Pecinta Alam, Pemegang Izin Usaha Pengelolaan Hutan Kemasyarakat (IUPHKm), Pengelola Hutan Desa (HPHD) sharing pengalaman berkaitan dengan kiprah, suka dan dukanya dalam mendukung kegiatan pembangunan kehutanan di tingkat tapak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan. [SRI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.