Sebelumnya
"Saya berharap kampus, khususnya UIN Walisongo, dapat menjadi benteng Pancasila dengan menyusun skema kebijakan yang dapat mereduksi perkembangan radikalisme di tingkatan mahasiswa atau dosen," harap Doktor Honoris Cuasa dari UNY ini.
Pria yang akrab disapa Gus Halim ini, menangkap kesan kuat UIN Walisongo juga menaruh concern terhadap isu tersebut. Dia yakin, ada komitmen kuat dari segenap sivitas akademika untuk bersinergi memberantas mata rantai penyebaran radikalisme di kampus.
Baca juga : PGI Siapkan Gereja Jadi Ruang Isolasi Mandiri
Penuturan berbagai sumber, kata Gus Halim, infiltrasi gerakan-gerakan radikalisme tidak banyak berkembang di UIN Walisongo.
Indikasi lainnya adalah, nama UIN Walisongo tidak masuk dalam list yang dibuat oleh BNPT dan Setara Institute mengenai daftar kampus-kampus di Indonesia yang terpapar kuat gerakan radikalisme.
Baca juga : Sistem OSS Berbasis Risiko Bakal Go Live
Tahun 2018, BNPT merilis ada tujuh kampus di Indonesia yang terinfeksi parah virus radikalisme. Setahun kemudian, Setera Institute merilis ada sepuluh kampus di Indonesia yang diindikasikan terjangkit paham radikalisme dalam skala yang tergolong berbahaya. Dan tidak ada nama UIN Walisongo dalam kedua rilis tersebut.
"Bagi saya, fakta tersebut juga bisa disebut sebagai credit point atas pencapaian UIN Walisongo dalam menebarkan paham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang toleran, moderat dan rahmatan lil alamin," imbaunya.
Baca juga : BPIP Bekali Calon Paskibraka Nasional 2021 Pancasila
Gus Halim berharap, seorang mahasiswa UIN Walisongo mencerminkan moderatisme Islam yang telah dipromosikan oleh institusi UIN Walisongo.
"Saya ucapkan selamat dan sukses, jangan menjadi mahasiswa biasa-biasa saja, jadilah mahasiswa luar biasa. Inilah salah satu etape dalam hidup kalian, untuk lebih bermanfaat kepada sesama, menghormati kemanusiaan, menginspirasi bangsa, menggairahkan kebangkitan Desa," tandas Gus Halim. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.