Tausiah Politik
Sebelumnya
Sistem budaya di dalam masyarakat menurut beberapa ilmuan adalah bersifat matrial-spiritual. Masyarakat sudah memiliki sistem kepercayaan, yaitu Animisme yang percaya kepada roh nenek moyang mereka bersemayam di dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh itu disebut Hyang. Selain animism, juga dikenal di antara mereka menganut system kepercayaan Dinamisme, yaitu percaya terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib seperti batu, keris, dan benda-benda yang disakralkan lainnya.
Pola kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia digambarkan bersifat nomaden, yaitu berpinda-pindah tempat, berkelompok-kelompok, hidup kolektif, dan mata pencaharian di dalam menyambung hidup ialah berburu dan bercocok tanam.
Baca juga : Memahami Background Indonesia (1)
Sebagian di antaranya sudah mulai mengenal perubahan dan kesadaran lingkungan. Mereka lebih memilih menetap (sedentary) dan mulai mengorganisir hidup dan komunitas mereka, mulai belajar bercocok tanam, dan mulai menerapkan system adat yang diikuti dan ditaati oleh komunitas mereka.
Mereka juga sudah mulai menjinakkan sejumlah binatang lalu menernakkannya, susunya diambil, dagingnya di makan, dan juga digunakan membajak lahan. Mereka juga sudah mengenal mata angin dan bintang-bintang, dan menggunakannya sebagai pedoman dalam berlayar dan bercocok tanam.
Baca juga : Belajar Dari Pengalaman Suksesi Utsman Bin Affan (2)
Menurut penelitian Prof. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu bahasa Melayu (Indonesia sekarang), Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
Dengan demikian, masyarakat prasejarah Indonesia sudah mengenal system budaya dan kepercayaan, serta tradisi kehidupan yang kompleks. Karena wilayah Nusantara berkepulauan (maritim), bukan daratan (continental), maka sudah barang tentu masyarakat prasejarah Indonesia memiliki perbedaan dengan masyarakat daratan seperti Arab, Afrika, Eropa, Australia, dan Amerika. Yang perlu dicermati di masa depan ialah semakin memprihatinkannya prestasi social kaum remaja kita. Mungkin kita juga bertanggung jawab atas kemundurannya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.