Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kekerasan dalam bahasa Arab diistilahkan dengan tasyaddud. Tidak semua tasyaddud itu jihad dan tidak semua jihad itu tasyaddud. Jihad memiliki definisi dan kriterianya sendiri.
Bisa saja orang melakukan tindakan kekerasan yang dikemas dengan baju agama Islam, bahkan yel-yel yang diteriakkan: Allahu Akbar tetapi belum tentu itu jihad. Arti jihad, sebagaimana dijelaskan di dalam artikel terdahulu, ialah segala upaya yang dikerahkan untuk mencapai tujuan Islam.
Baca juga : Sirojudin Abbas: PAN Lagi Berusaha Perbaiki Elektabilitas
Upaya-upaya itu bisa dalam bentuk fisik (jihad), pemikiran (ijtihad), dan semangat batin (mujahadah). Jika ada yang peratasnamakan suatu gerakan jihad tetapi tidak melibatkan dimensi ijtihad dan mujahadah, maka sesungguhnya belum bisa disebut jihad. Jika ia korban maka tidak bisa disebut sahid.
Ulama besar, Al-Ashfahani, membagi jihad kepada tiga bagian, yaitu jihad di dalam menghadapi musuh yang betul-betul nyata, 2) Jihad menghadapi jin atau syetan yang mengganggu, dan 3) jihad menghadapi nafsu yang terdapat di dalam diri setiap orang.
Baca juga : Keharusan Adanya Pemimpin
Jihad yang paling penting dan sekaligus paling berat ialah jihad yang ketiga, sebagaimana sabda Nabi: “Kita kembali dari jihad yang terkecil menuju jihad yang lebih besar, yakni jihad melawan hawa nafsu”. Dengan demikian, jihad tidak mesti harus memegang senjata. Seorang tukang sapu jalanan memegang sapu, seorang mahasiswa memegang pena, seorang petani memegang cangkul, dan seorang nelayang memegang jala, dan seorang tentara memegang senjata, sesungguhnya mereka sedang berjihad dan alat-alat yang ada ditangannya adalah peralatan jihad.
Inti dari sebuah jihad ialah untuk menghidupkan orang, bukan mematikan; untuk membahagiakan orang, bukan menyengsarakan, untuk memintarkan orang, bukan menjadi penyebab kebodohan, untuk memperkaya orang, bukan memiskinkan orang, untuk menyehatkan orang, bukan menyakiti orang, untuk menciptakan ketenangan, bukan menimbulkan kegaduhan, untuk menyenangkan orang, bukan menyedihkan orang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.