BREAKING NEWS
 

Mau IKN Sukses? IKuti 3 Pedoman Ini!

Kamis, 13 Juni 2024 13:51 WIB
Dino Patti Djalal

 Sebelumnya 
Karena itu saya menghimbau, mari bangun IKN dengan mengedepankan azas kemandirian. Kalau perlu ada kerjasama teknis dengan pihak di luar negeri, yang pastinya akan ada dan harus ada, termasuk juga tender proyek tertentu untuk perusahaan asing, biarkan di-handle oleh menteri atau pejabat terkait.

Tapi jangan jadikan bantuan internasional untuk IKN sebagai agenda utama politik luar negeri Indonesia, karena ini dapat menurunkan derajat kita di mata negara sahabat dan menimbulkan politik hutang budi, yang kalau tidak hati-hati, bisa berdampak pada pelaksanaan politik bebas aktif kita.

Para Duta Besar kita juga jangan diinstruksikan untuk mencari bantuan untuk IKN di negara penugasan mereka, karena ini akan menurunkan wibawa mereka di mata Pemerintah setempat. Apalagi kita selalu mengklaim diri sebagai bangsa yang besar di Asia.

Baca juga : Hijaukan IKN, Jokowi Resmikan Persemaian Mentawir

Bahwasanya investor luar negeri masih belum ada, atau belum banyak yang masuk ke IKN, menurut saya merupakan blessing in disguise. Biarkan sejarah dan generasi ke depan dengan bangga mencatat bahwa kita membangun IKN dengan imajinasi, sumberdaya, pendanaan dan keringat bangsa kita sendiri.

Kalau penerapan asas kemandirian itu berarti pembangunan IKN akan lebih lama, tidak apa-apa! Kan tidak ada keperluan khusus dimana IKN harus buru-buru selesai. Yang penting, pembangunan IKN terus berjalan dengan konsisten, rapih, tuntas, dengan governance dan integritas yang tinggi.

Demikian tiga usulan saya mengenai pembangunan IKN.

Baca juga : Malam Ini, Sukabumi Digoyang Gempa M3,1 Kedalaman 5 Km

Jangan dikaitkan dengan siklus politik Indonesia. Jadikan IKN sebagai kota dari, oleh dan untuk rakyat Indonesia — tidak perlu Ibu Kota kita menjadi kota internasional. Terapkan asas kemandirian. Jangan sampai menimbulkan hutang budi kepada bangsa lain.

Demikian pandangan saya. Kalau setuju, alhamdulillah. Kalau tidak setuju, terima kasih sudah mendengar.

Saya Dino Patti Djalal. Salam diplomasi!

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense