Dark/Light Mode

HCML Sukses Merajai Pasokan Gas Di Jatim

Selasa, 7 November 2023 08:30 WIB
Redhata Rangkuti, Well Head Platform Superintendent Lapangan BD. [Foto-foto: Muhammad Rusmadi/RM.id]
Redhata Rangkuti, Well Head Platform Superintendent Lapangan BD. [Foto-foto: Muhammad Rusmadi/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky - CNOOC Madura Limited (HCML) yang menjadi operator dari Wilayah Kerja (WK) Madura Strait, terus berkomitmen untuk tetap menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur, khususnya dan Indonesia ke depannya.

Sebagai informasi, produksi sales gas HCML saat ini sebesar 250 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) dan merupakan yang terbesar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca juga : Setan Merah Gagal Pertahankan Gelar

“Dari tiga lapangan HCML, yakni lapangan BD, 2M (MDA-MBH), dan MAC, KKKS HCML menjadi produsen gas terbesar, secara persentase produksinya mencapai 30 persen dari total produksi gas di wilayah Jawa Timur,” kata Redhata Rangkuti, WHP Superintendent Lapangan BD dalam Kunjungan Lapangan Media SKK Migas - KKKS di Madura, Rabu (1/11/2023).

Produksi Lapangan BD didukung tiga fasilitas utama, yaitu Anjungan Sumur Lepas Pantai (offshore Wellhead Platform/WHP), Gas Metering Station (GMS) yang terletak di dekat kota Pasuruan, dan fasilitas Produksi Terapung, Penyimpanan, dan Pembongkaran (Floating Production, Storage, and Offloading/FPSO) yang dioperasikan oleh pihak ketiga dengan skema kontrak.

Baca juga : Viral Di Medos, Freddy Thie Sukses Majukan Kaimana

Produksi dari Lapangan BD terdiri dari gas asam dan beracun H2S sekitar 4.500 ppm dari WHP, yang kemudian diolah di FPSO, untuk menghasilkan sweet gas untuk dijual ke pembeli gas dan produk samping dari gas asam yang kemudian diubah menjadi belerang cair (Molten Sulphur) di FPSO. Gas tersebut juga mengalami proses pemisahan untuk menghasilkan kondensat, yang kemudian secara berkala ditransfer ke kapal tanker (condensate offtake).

Dari FPSO sales gas yang sudah memenuhi spesifikasi, akan dikirim ke Gas Metering Station (GMS) melalui pipa gas bawah laut sepanjang kurang lebih 53 Km, dari BD Field Offshore ke GMS Pasuruan. Total kapasitas produksi dari lapangan ini (rate gas dari sumur) sekitar 120 MMSCFD dan 6.000 BCPD (barel kondensat per hari). Sedangkan untuk sales gas, berdasarkan data per 31 Oktober 2023 ialah sebesar 110 MMSCFD.

Baca juga : AMPG DKI Siap Menangkan Gibran Di Jakarta

Sementara untuk lapangan 2M (MBH dan MDA), kapasitas produksi gasnya sebesar 125 MMSCFD dengan sales gas, mencapai 121 MMSCFD. Kemudian untuk lapangan MAC kapasitas produksi gas sebesar 23 MMSCFD dan sales gas mencapai 19 MMSCFD berdasarkan data per 31 Oktober 2023.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.