Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kita tentu berduka cita dengan meninggalnya 6 awak kapal kita di perairan Merak Cilegon Selat Sunda beberapa hari yang lalu, yang banyak diberitakan di media massa.
Setidaknya ada tujuh hal tentang kematian yang oleh sebagaian berita disebut "misterius".
Pertama, ini tentu perlu jadi perhatian penting, utamanya adanya enam orang yg meninggal di satu tempat yang sama dan kurun waktu yang berdekatan pula. Ini jelas "bukan hal biasa" !!!
Ke dua, tentu harus dilakukan in-depth epidemiological investigation, penyelidikan epidemiologi (PE) mendalam, bukan PE rutin biasa saja.
Ke tiga, ada yang perlu jadi obyek investigasi klinik epidemiologik mendalam di dalam kapal. Ke satu adalah jenazah yang sudah wafat, ke dua mereka yang sakit, ke tiga kontak se kapal yang sehat.
Baca juga : Tuberkulosis dan Pandemi
Ke empat, selain yang di dalam kapal maka harus juga di investigasi pihak-pihak lain yang mungkin pernah kontak dengan kapal ini bahkan sebelum ada yang sakit (petugas pelabuhan asal, mungkin ada pedagang, pengangkat barang, dan lain-lain). Bahkan, keluarga para ABK ini juga perlu dilakukan kunjungan rumah dan diinvestigasi pula kemungkinan ada gangguan kesehatannya yang dapat saja jadi sumber penular.
Ke lima, penyelidikan yang perlu dilakukan harus meliputi empat hal. Ke satu, anamnesis (auto dan allo) mendalam tentang gejala dan keluhan, sejak awal sampai penyakitnya berat dan meninggal.
Ke dua, riwayat makanan, riwayat kontak dengan unggas atau binatang serta berbagai kemungkinan sumber penular lain.
Baca juga : Cacar Monyet Mpox Kembali Mewabah, Perkuat Dalam Negeri
Ke tiga, pemeriksaan fisik mendalam dan rinci secara klinik kedokteran dengan lege artis.
Ke empat, pemeriksaan laboratorium, baik virus/bakteri/jamur/parasit penyebab penyakit maupun pemeriksaan serologi dan biomolekur mendalam.
Ke enam, tentu perlu juga pemeriksaan mendalam pada kapal, tempat kerja pelaut, kamar tidurnya, pengambilan sampel di dinding, lantai kapal dan lain-lain. Juga tentunya kalau memang ada vektor penyakit di kapal, seperti tikus yang banyak diberitakan (walau tentu perlu kepastian ilmiah), atau mungkin ada binatang lain di kapal.
Ke tujuh, walaupun belum tentu akan jadi masalah penularan penyakit meluas, tentu kejadian ini perlu dapat perhatian penting, bahkan tegasnya perlu "early action allert".
Untuk ini maka semua perlu dilakukan dengan cermat dan juga cepat, konfirmasi laboratorium perlu segera didapatkan hasilnya, jangan sampai berhari-hari lamanya baru ada kepastian ilmiah sesuai ilmu kedokteran dan kesehatan.
Baca juga : Pengendalian AKI Dan AKB Di Lapangan
Jangan lambat dalam penetapan situasi yang ada dan penanganannya, tapi juga jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan sebelum ada analisa yang sahih.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.