Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Bandingkan dengan kelompok minoritas, mungkin karena mereka merasa tertantang, maka mereka lebih terikat dan lebih proaktif untuk memberikan kontribusi kepada organisasi atau institusinya.
Mereka sering mengorbankan kepentingan pribadi dan tugas pokoknya demi untuk memenuhi tanggung jawabnya di dalam komunitasnya. Solidaritas sosial dengan komunitasnya sedemikian kuat sehingga kadang-kadang mengalahkan ikatan primordial dan kekeluargaannya. Tidak heran jika kelompok minoritas lebih tahan (tafft) terhadap berbagai tantangan ketimbang kelompok mainstream.
Organisasi kelompok moderat atau mainstream lebih kaya dengan papan nama organisasi dengan struktur dan personalia yang gemuk, tetapi kegiatannya kurus dan produktifitasnya minim. Sedangkan kepengurusan kelompok minoritas terkadang tanpa papan nama, dengan struktur dan personalia lebih ramping tetapi kaya dengan kegiatan dan lebih produktif.
Baca juga : Merawat Kelompok Moderat
Jika dibandingkan dengan kelompok radikal dan kelompok liberal, kelemahan paling mendasar kelompok moderat ialah manja, cengeng, dan kurang mandiri, terutama jika berhadapan dengan pemerintah. Mereka seperti tidak mampu menghidupi dirinya sendiri. Mereka sangat tergantung dengan kelompok penguasa atau kelompok-kelompok yang eksis di dalam masyarakat.
Mereka menunggu untuk diundang. Mereka malas atau acuh tak acuh bekerja jika tidak didukung dana yang cukup dari luar, terutama dari kalangan pemerintah. Mereka lebih fokus menjalankan pekerjaan primer yang mendatangkan income kepada keluarga. Tugas-tugas organisasi sosial kemasyarakatan dan keumatan seringkali dinomorduakan.
Tokoh-tokoh umat sering moderat marah jika tidak dilibatkan dalam sebuah kepengurusan tetapi kebanyakan di antara mereka lebih “membebani” organisasi ketimbang memberi kontribusi.
Baca juga : Berkepribadian Istiqamah
Soal pelayanan terhadap umat, kelompok moderat/mainstream lebih malas. Lihat saja website yang dikelola oleh kelompok moderat, para pengunjungnya berjubel menanyakan berbagai persoalan tetapi hampir tidak pernah dijawab.
Bandingkan dengan website kelompok minoritas, entah itu kelompok liberal atau radikal, pengunjungnya lebih interaktif dengan pengurus yang mengelola web.
Sepertinya mereka menongkrongi web-nya. Setiap orang yang bertanya atau memberi tanggapan langsung dijawab. Adalah wajar jika web-web kelompok minoritas lebih hidup dibanding dengan web kelompok moderat/mainstream. Bukan hanya dalam web, tetapi media-media sosial lain seperti WA, instagram, telegram, SMS, dll, kelompok minoritas lebih telaten memberi jawaban dan perhatian ketimbang kelompok moderat/mainstream.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.