BREAKING NEWS
 

Kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto: Memperkuat Kerja Sama Pertahanan Di ASEAN

Kamis, 12 September 2024 07:20 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Brunei Darussalam, sebagai negara kecil dengan angkatan bersenjata terbatas, sangat bergantung pada stabilitas kea­manan regional. Dalam konteks ini, kunjungan Prabowo ­Subianto menawarkan kesempatan bagi Brunei untuk memperkuat hubungan keamanan dan pertahanan dengan Indonesia.

Dukungan dalam bentuk pelatihan militer dan bantuan teknis dapat membantu Brunei mengatasi tantangan pertahanan yang dihadapinya. Melalui kerja sama ini, Indonesia dapat membantu Brunei meningkatkan kapabilitas militernya, serta berkontribusi pada stabilitas kawasan yang lebih luas.

Laos, di sisi lain, meru­pakan negara yang relatif kurang terintegrasi dalam aliansi kea­manan regional. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi Laos untuk memperkuat kerja sama dan dukungan dalam hal keamanan perbatasan serta pelatihan militer. Dengan dukungan Indonesia, Laos dapat meningkatkan kapasitas per­tahanannya, yang pada gilirannya dapat memperkuat stabilitas dan kea­manan di kawasan sekitar.

Baca juga : Pemerintahan Prabowo-Gibran: Pembangunan Desa Untuk Pemerataan Ekonomi

Kamboja, dengan hubungan bilateral yang beragam dengan negara-negara besar, mencari dukungan tambahan dalam hal modernisasi pertahanan dan stabilitas regional. Kunjungan Prabowo Subianto menjadi kesempatan bagi Kamboja untuk berdialog tentang isu-isu kea­manan dan menjajaki potensi kerja sama lebih lanjut dengan Indonesia.

Dukungan dalam modernisasi pertahanan dan stabilitas regio­nal yang ditawarkan oleh Indonesia dapat membantu Kamboja menghadapi tantangan internal dan eksternal, serta meningkatkan kemampuannya untuk berperan aktif dalam keamanan kawasan.

Malaysia, sebagai tetangga dekat dengan angkatan bersenjata yang relatif kuat, merupakan mitra strategis penting bagi Indonesia dalam konteks pertahanan. Kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama dalam latihan militer bersama dan manajemen ancaman regional.

Baca juga : PPI Netral Dalam Pilkada Serentak 2024

Memperkuat hubungan kea­manan antara Indonesia dan ­negara-negara tetangga, diharap­kan dapat tercipta kontribusi positif terhadap stabilitas kawasan yang lebih luas. Kerja sama yang lebih mendalam dalam bidang keamanan berpotensi untuk membantu mengatasi berbagai tantangan yang ada, seperti terorisme, kejahatan lintas negara, dan ketegangan regional. Dengan mengambil peran aktif dalam keamanan regional, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk memperkuat aliansi dan kemitraan di kawasan ASEAN.

Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk memperkuat posisi strategisnya di ASEAN, serta dalam hubungan internasional secara umum. Sebagai negara dengan pengaruh signifikan, Indonesia berusaha memperkuat posisinya dalam konteks global dengan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral yang mendukung kestabilan dan keamanan kawasan.

Kemitraan pertahanan yang lebih erat di tingkat ASEAN dapat mempengaruhi strategi dan kebijakan luar negeri negara-negara besar yang beroperasi di kawasan. Kunjungan ini mungkin mendapat perhatian dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan China, yang memiliki kepentingan strategis di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga : Pilkada Serentak 2024: Menentukan Pemimpin Pancasila Untuk Masa Depan Indonesia

Prof. Dr. Drs, Ermaya ­Suradinata, SH, MH, MS, adalah Mantan ­Direktur ­Jenderal, Sosial ­Politik ­Lementerian Dalam ­Negeri RI dan Gubernur ­Lemhannas RI (2001-2005).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense