BREAKING NEWS
 

Malaysia Laporkan Kasus Mpox Pertama Di 2024, Pasien Tak Punya Riwayat ke Luar Negeri

Rabu, 18 September 2024 10:38 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Data terbaru dari negara tetangga kita Malaysia, pada Selasa 17 September 2024, Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan satu kasus baru mpox, dari jenis clade 2 yang memang varian yang tidak begitu ganas dibandingkan varian 1b yang merebak di Afrika belakangan ini.

Kasus terbaru Malaysia ini sebenarnya mulai ada gejala pada 11 September, dengan keluhan demam, nyeri tenggorok dan batuk, dan di hari berikutnya timbul kelainan kemerahan (rash) di kulit.

Pasien baru ini ternyata tidak punya riwayat keluar negerinya dalam waktu 21 hari sebelum gejala timbul. Memang analisa riwayat kontak seperti inilah yang perlu dilakukan kalau ada kasus Mpox di suatu negara.

Malaysia sudah pernah mendeteksi 10 kasus mpox sejak Juli tahun yang lalu, dan semuanya varian clade 2.

Sehari sebelum Malaysia, pada 16 September 2024 Departemen Kesehatan (Department of Health – DOH) Filipina juga melaporkan tambahan tiga kasus Mpox.Jumlah total Mpox di Filipina sepanjang tahun 2024 adalah 18 kasus.

Baca juga : Pneumonia dan Paru-paru Basah

Sementara itu, Vietnam punya 202 kasus Mpox sejak 2022. Di tahun 2024 ini saja Vietnam melaporkan 49 kasus. Kamboja juga sudah melaporkan kasus Mpox, sedikitnya sejumlah 20 kasus antara tahun 2023 dan 2024.

Sudah banyak juga diberitakan bahwa Thailand pada bulan Agustus yang lalu sudah melaporkan kasus baru Mpox clade 1b, kasus ke ke dua di luar Afrika sesudah di Swedia.

Perlu diketahui juga bahwa baru saja beberapa hari yang lalu, pada 14 September 2024, maka WHO menyampaikan data terbaru tentang Mpox (yang di kita masih disebut sebagai Cacar Monyet) dunia.

Adsense

Disebutkan bahwa di dunia pada periode 1 Januari 2022 sampai 31 Juli 2024 WHO mencatat ada 103.048 kasus Mpox, yang menyebabkan 229 kematian, dan sudah terjadi di 121 negara di dunia.

Dengan perkembangan hari ke hari di dunia, dan juga di ASEAN seperti data di atas, maka tentu di dalam negeri kita perlu waspada. Dalam hal ini, panduan WHO dalam Strategic Preparedness and Response to mpox (SPRP)” sudah jelas menyebutkan cara pengendalian melalui kerangka “health emergency prevention, preparedness, response and resilience (HEPR)” yang berfokus pada lima kegiatan yang disebut sebagai “five core health emergency components (‘the 5Cs’)”.

Baca juga : 51 Tahun Dokter Paru Indonesia

Kegiatan pertama adalah melakukan koordinasi emergency (Emergency coordination) yang menjamin adanya mekanisme koordinasi efisien di tingkat lokal, nasional dan global untuk kerja bersama menangani krisis yang ada.

Kedua aktivitas surveilans kolaboratif (Collaborative surveillance) untuk mempromosikan integrasi pengumpulan data yang real-time, pembagian dan analisa lintas sektornya untuk mendeteksi dan memonitor ancaman kesehatan serta menjamin respon cepatnya.

Ketiga adalah perlindungan masyarakat (Community protection), yang berfokus pada membangun ketahanan kesehatan komunitas dan menjamin bahwa komunitas merupakan bagian aktif dari upaya pencegahan dan mitigasi kedaruratan kesehatan, antara lain melalui vaksinasi, komunikasi risiko dan kegiatan kesehatan masyarakat lainnya.

Kegiatan keempat adalah pemberian pelayanan kesehatan yang baik dan terukur (Safe and scalable care) yang menjamin bahwa sistem kesehatan dapat tetap melakukan pelayanan kesehatan pada saat sedang ada kedaruratan kesehatan.

Sementara kegiatan kelima adalah jaminan akses ke upaya penanggulangan yang ada (Access to countermeasures) yang memfasilitasi ketersediaan berbagai jenis pelayanan kesehatan (seperti vaksin, pengobatan, diagnosis dan lain-lain) secara merata.

Baca juga : Perkembangan Aturan Pandemi Dunia

Dengan pendekatan-pendekatan ini yang terimplementasi dengam bagin maka semoga Mpox tidak menjadi masalah kesehatan berarti di negara kita.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
Penerima Rekor MURI 2024 sebagai penulis artikel Covid-19 terbanyak di media massa

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense