RM.id Rakyat Merdeka - Astha Cita yang diusung oleh Presiden Terpilih Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, merupakan pilar utama dari visi kepemimpinannya untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat. Salah satu cita-cita yang paling penting adalah “Memantapkan Sistem Pertahanan Negara” --sebuah agenda yang bertujuan untuk memperkokoh postur pertahanan nasional, yang menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan strategis global, serta memastikan kedaulatan dan keamanan bangsa Indonesia.
Dalam kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, agenda ini tidak hanya menjadi prioritas keamanan, tetapi juga menjadi landasan bagi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik nasional. Dengan pengalaman panjangnya di dunia militer dan sebagai mantan Menteri Pertahanan, tentulah ia memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi Indonesia dalam bidang pertahanan.
Baca juga : Bangkitnya Geopolitik Indonesia Menjadi Pemimpin Dunia
Dalam konteks geostrategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yang terletak di antara dua samudra dan dua benua, membuatnya sangat rentan terhadap berbagai ancaman, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, memantapkan sistem pertahanan negara menjadi upaya yang mendesak untuk mengatasi ancaman tradisional seperti agresi militer, serta ancaman non-tradisional seperti terorisme, kejahatan lintas batas, dan serangan siber.
Salah satu aspek paling penting dalam memantapkan sistem pertahanan negara adalah modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Di era Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, diharapkan kebijakan pertahanan Indonesia diproyeksikan akan berfokus pada penguatan alutsista yang lebih canggih dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan kontemporer.
Baca juga : Membangun Kepemimpinan Pemerintahan Dari Desa
Modernisasi ini mencakup pengadaan teknologi militer terbaru serta pengembangan kemampuan industri pertahanan dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi konsumen senjata dari luar negeri, tetapi juga produsen yang mandiri. Maka pengembangan industri pertahanan nasional tidak hanya akan meningkatkan kapasitas pertahanan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional.
Bersamaan pula memantapkan sistem pertahanan siber menjadi prioritas, dengan mengembangkan kapabilitas pertahanan digital yang dapat melindungi Indonesia dari serangan yang bersifat asimetris dan tidak terlihat. Dalam hal ini, pemerintahan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto akan mengarahkan fokus pada pengembangan teknologi siber, pelatihan sumber daya manusia di bidang keamanan siber, serta kerjasama internasional untuk memperkuat infrastruktur keamanan digital nasional.
Baca juga : Pesan Moral Geopolitik Untuk Bangsa Rusia Dan Umat Manusia Cinta Damai
Selain fokus pada modernisasi teknologi dan alutsista, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dalam sistem pertahanan juga menjadi agenda utama. Kualitas dan profesionalisme personel militer merupakan faktor penting dalam membangun sistem pertahanan yang tangguh. Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, sebagai mantan komandan militer, sangat memahami pentingnya pelatihan yang berkelanjutan dan pendidikan militer yang memadai bagi personel TNI.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.