Dark/Light Mode

Pesan Moral Geopolitik Untuk Bangsa Rusia Dan Umat Manusia Cinta Damai

Senin, 23 September 2024 08:10 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Pesan moral geopolitik yang disampaikan Presiden Kelima RI, Prof. Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri, di ­hadapan bangsa Rusia dan dunia, memiliki ­relevansi mendalam dalam konteks dinamika politik internasional saat ini. Pesan ini menyentuh dimensi moral dalam geopolitik yang sering ter­abaikan di tengah ketegangan politik, persaingan kekuatan ­besar, dan konflik regional.

Nilai-nilai moral dan diplomasi yang diusung Megawati dalam pidatonya di Universitas Saint Petersburg, Rusia, pada 18 September 2024, ini menggarisbawahi pentingnya prinsip-prinsip perdamaian, keadilan, dan kerjasama yang setara antarnegara, yang menjadi kunci dalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia, serta relevan dalam dinamika global yang semakin kompleks.

Baca juga : Astha Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran:Memantapkan Pertahanan Dan Bilateral Indonesia-Vietnam

Megawati menekankan pen­tingnya komitmen terhadap perdamaian di tengah ketegangan internasional yang melibatkan kekuatan besar seperti Rusia dan Barat. Bahwa perdamaian sejati hanya dapat dicapai ­dengan mengedepankan nilai-nilai ­moral dalam kebijakan luar negeri, terlepas dari tekanan geopolitik. Hal ini terutama relevan dalam konteks Rusia yang terlibat dalam konflik dengan Barat, seperti dalam perang Ukraina.

Dari itu perdamaian tidak hanya dipandang dari sisi ke­kuatan militer, tetapi juga dari perspektif moral yang lebih luas, yang mencakup kesejahteraan umat manusia secara keselu­ruhan. Tambahan lagi hubungan Indonesia-Rusia sebagai contoh bagaimana dua negara dengan latar belakang ideologi yang berbeda dapat membangun kerja sama yang kuat. Indonesia, dengan ideologi Pancasila, dan Rusia, yang memiliki sejarah komunisme Soviet serta transformasi politik ke arah kapitalisme negara, menunjukkan perjalanan ideologis yang berbeda.

Baca juga : Pertahanan Indonesia Di Era Pemerintahan Prabowo-Gibran: Memantapkan Alutsista Menghadapi Krisis Pertahanan Global

Namun, prinsip-prinsip moral seperti penghormatan terhadap kedaulatan dan keadilan sosial telah menjadi landasan yang memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. Diplomasi yang didasarkan pada prinsip moral ini menjadi penting di tengah kecen­de­rungan ­negara-negara besar untuk menggunakan kekuatan militer atau ekonomi sebagai alat dominasi. Sehingga pesan Megawati tidak hanya ditujukan kepada Rusia, tetapi juga kepada komunitas internasional.

Dalam dinamika global saat ini, di mana iklim dan kondisi geopolitik perang Rusia dan Ukraina di Eropa, dan perangan Israel dengan Palestina di Gaza, serta kondisi krisis pangan dan kemanusiaan dunia, maka jelaslah membutuhkan kewaspadaan terhadap kondisi dan geopolitik dan geostrategi Indonesia. Tambahan pula konflik bersenjata, perubahan iklim, dan ketidakadilan ekonomi semakin me­ningkat, pesan ini mengingatkan dunia akan pentingnya nilai-nilai fundamental perdamaian sebagai landasan interaksi geopolitik.

Baca juga : Kunjungan Presiden Terpilih Prabowo Subianto: Memperkuat Kerja Sama Pertahanan Di ASEAN

Pesan moral yang disampaikan oleh Megawati Soekarnoputri dalam konteks geopolitik global, terutama terkait hubungan ­antara Indonesia dan Rusia, juga memiliki dampak penting bagi ASEAN sebagai sebuah blok regional yang berada di persimpangan dinamika internasional. ASEAN, dengan sepuluh negara anggotanya yang beragam dalam hal ideologi, sistem politik, dan ekonomi, selalu menghadapi tantangan dalam menjaga ke­seimbangan hubungan eksternal, terutama antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.