Sebelumnya
Program pelatihan yang intensif, baik di dalam negeri maupun melalui kerjasama dengan negara-negara sahabat, akan menjadi salah satu prioritasnya untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan tempur prajurit Indonesia. Dalam upaya memantapkan sistem pertahanan, kerja sama internasional juga menjadi bagian integral dari strategi pertahanan Prabowo Subianto. Menghadapi ancaman yang semakin kompleks, Indonesia tidak dapat berjalan sendiri.
Sebagai pemimpin yang memiliki pengalaman luas dalam diplomasi pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto akan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral di bidang keamanan, terutama dengan negara-negara tetangga serta mitra strategis seperti Amerika Serikat, Rusia, China, dan negara-negara Eropa. Kolaborasi ini akan mencakup latihan militer gabungan, pertukaran intelijen, dan pengembangan kemampuan bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan tempur Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman global.
Baca juga : Bangkitnya Geopolitik Indonesia Menjadi Pemimpin Dunia
Di samping kerjasama internasional, stabilitas regional juga menjadi perhatian Prabowo dalam memantapkan sistem pertahanan. Indonesia, sebagai pemimpin di ASEAN, harus mampu memainkan peran yang lebih aktif dalam menjaga stabilitas di kawasan Asia Tenggara. Rivalitas kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan China di kawasan ini menuntut Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam menciptakan keseimbangan kekuatan yang mendukung perdamaian dan stabilitas.
Dari itu memantapkan sistem pertahanan negara juga berarti menjaga kedaulatan nasional di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan khusus dalam menjaga integritas teritorial, terutama di wilayah-wilayah perbatasan dan daerah-daerah yang rentan terhadap gangguan. Prabowo Subianto akan memperkuat kehadiran militer di wilayah-wilayah strategis, terutama di perbatasan laut dan pulau-pulau terluar, untuk memastikan bahwa kedaulatan Indonesia tidak terganggu.
Baca juga : Membangun Kepemimpinan Pemerintahan Dari Desa
Dalam jangka panjang, memantapkan sistem pertahanan negara tidak hanya berarti melindungi Indonesia dari ancaman eksternal, tetapi juga memastikan bahwa sistem pertahanan ini dapat mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan. Prabowo Subianto akan memprioritaskan kebijakan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif, dengan mengembangkan strategi pertahanan yang berfokus pada pencegahan dan diplomasi. Sistem pertahanan yang kuat dan mantap akan menjadi fondasi bagi terciptanya stabilitas nasional yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Kementerian Dalam Negeri RI, dan Gubernur Lemhannas RI (2001-2005).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.