Dark/Light Mode

Astha Cita Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto:

Memantapkan Sistem Pertahanan Negara

Kamis, 10 Oktober 2024 07:48 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Program pelatihan yang intensif, baik di dalam negeri maupun melalui kerjasama dengan ­negara-negara sahabat, akan menjadi salah satu ­prioritasnya untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan tempur prajurit ­Indonesia. Dalam upaya memantapkan sistem pertahanan, kerja sama internasional juga menjadi bagian integral dari strategi pertahanan Prabowo Subianto. Menghadapi ­ancaman yang semakin kompleks, Indo­nesia tidak dapat berjalan ­sendiri.

Sebagai pemimpin yang memiliki pengalaman luas dalam diplomasi pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto akan memperkuat hubungan bila­teral dan multilateral di bidang keamanan, terutama ­dengan negara-negara ­tetangga serta mitra strategis seperti Amerika Serikat, Rusia, ­China, dan negara-negara Eropa. Kolabo­rasi ini akan mencakup latihan militer gabungan, pertukaran intelijen, dan pengembangan kemampuan bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan tempur Indonesia dalam menghadapi berbagai ancaman global.

Baca juga : Bangkitnya Geopolitik Indonesia Menjadi Pemimpin Dunia

Di samping kerjasama inter­nasional, stabilitas regional juga menjadi perhatian Prabowo dalam memantapkan sistem pertahanan. Indonesia, seba­gai pemimpin di ASEAN, harus ­mampu memainkan peran yang lebih aktif dalam menjaga sta­bilitas di kawasan Asia ­Tenggara. Rivalitas kekuatan ­besar seperti Amerika Serikat dan China di kawasan ini menuntut Indonesia untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam menciptakan keseimbangan kekuatan yang mendukung perdamaian dan stabilitas.

Dari itu memantapkan sistem pertahanan negara juga berarti menjaga kedaulatan nasional di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indo­nesia menghadapi tantangan khusus dalam menjaga integritas teritorial, terutama di wilayah-wilayah perbatasan dan daerah-daerah yang rentan terhadap gangguan. Prabowo Subianto akan memperkuat kehadiran militer di wilayah-wilayah stra­tegis, terutama di perbatasan laut dan pulau-pulau terluar, untuk memastikan bahwa kedaulatan Indonesia tidak terganggu.

Baca juga : Membangun Kepemimpinan Pemerintahan Dari Desa

Dalam jangka panjang, memantapkan sistem per­ta­hanan negara tidak hanya ber­arti ­melindungi Indonesia dari ­ancaman eksternal, tetapi ­juga memastikan bahwa sistem pertahanan ini dapat mendukung pem­bangunan nasional secara berkelanjutan. Prabowo ­Subianto akan mem­prioritaskan kebijakan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif, dengan mengembangkan strategi pertahanan yang berfokus pada pencegahan dan diplomasi. Sistem per­tahanan yang kuat dan mantap akan menjadi fondasi bagi tercipta­nya stabilitas nasional yang ­pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan ­Direktur ­Jenderal Sosial ­Politik ­Kementerian Dalam ­Negeri RI, dan Gubernur ­Lemhannas RI (2001-2005).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.