BREAKING NEWS
 

Empat Target Penuntasan TB

Rabu, 13 November 2024 07:11 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Hingga kini, tuberkulosis (TB) masih jadi masalah kesehatan amat penting dunia. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi nampaknya hasilnya belum memuaskan.

“Global TB Report World Health Organizatin (WHO)” yang baru dikeluarkan beberapa hari yang lalu menyebutkan bahwa di dunia pada tahun 2023 ada 10,8 juta kasus TB baru.

Indonesia menempati urutan kedua penyumbang kasus TB terbanyak di dunia. Global TB Report 2024 juga menyajikan data bahwa di dunia ada satu seperempat juta orang yang meninggal karena TB di tahun 2023.

Kini di Bali sedang dilakukan dua pertemuan penting tuberkulosis dunia. Pada 11 November 2024 dilakukan “High-level Meeting of Inno­vation Tuberculosis” dan pada 12 sampai 16 November dise­lenggarakan Kongres Paru Sedunia, “The Union World Conference on Lung Health 2024”.

Di tingkat dunia, pada 6 November 2024 Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom mengeluarkan pernyataan bersama dengan “WHO Civil Society Task Force on TB” yang menegaskan kembali empat target yang harus dicapai dunia dalam pengendalian TB pada tahun 2027, tiga tahun lagi.

Pertama, kita semua harus mampu menemukan dan mengobati 90 persen pasien TB. Kedua, kita harus mampu memberi terapi pencegahan tuberkulosis (TB preventive treatment) pada 90 persen mereka yang membutuhkannya.

Baca juga : Tata Cara Rapat WHO Dan Aturan Pandemi

Ketiga, 100 persen penggunaan tes cepat (rapid diagnostic tests) untuk diagnosis tuberkulosis. Keempat, tersedianya setidaknya satu vaksin TB dalam lima tahun ke depan.

Berbagai target di atas membutuhkan kerja keras, karena situasi di dunia kini masih cukup jauh dari harapan. Baru 48 persen pasien dunia didiagnosis TB dengan menggunakan tes cepat yang direkomendasikan WHO, padahal targetnya harusnya 100 persen di tahun 2027.

Kemudian, cakupan pengobatan TB dunia di 2023 adalah 75 persen, tiga tahun lagi harus mencapai 90 persen.

Pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TB preventive treatment) di dunia untuk kontak yang mungkin tertular di dalam rumah tangga juga baru 21 persen, jauh dari target 90 persen yang harus dicapai pada 2027.

Kemudian, anggaran pengen­dalian TB dunia tahun 2023 adalah hanya sebesar 5,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Adsense

Padahal yang dibutuhkan adalah empat kali lipat lebih banyak, yaitu Rp 22 miliar dolar AS pada tahun 2027.

Baca juga : Pembahasan Aturan Sehubungan Pandemi

Pernyataan bersama Direktur Jenderal WHO dan “WHO Civil Society Task Force on TB” juga mendesak semua pemangku kepentingan terkait di seluruh dunia untuk melakukan empat hal.

Pertama, secara bermakna meningkatkan anggaran pe­nun­tasan TB, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk peningkatan keterlibatan masyarakat madani dan masyarakat yang terdampak tuberkulosis.

Kedua, memberdayakan masyarakat madani dan kelompok terdampak untuk menjadi bagian dari proses perencanaan, penentuan kebijakan, implementasi dan monitoring dari rencana strategik penuntasan tuberkulosis.

Ketiga, menjamin dukungan sosial dan perlindungan yang jelas untuk mencegah dampak keuangan katastropik pada pasien TB dan keluarganya.

Keempat, menjamin kesetaraan dan kesinambungan akses pada pencegahan dan pelaya­nan kesehatan tuberkulosis yang bermutu tinggi, termasuk teknologi baru untuk diagnosis, pengobatan dan vaksinnya.

Di media kita membaca ­bahwa pengendalian tuberkulosis menjadi salah satu prioritas penting dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga : Pemerintah & Pemda Bisa Lakukan Empat Langkah Ini

Tentu kita berharap upaya-upaya pemerintah di waktu mendatang ini, termasuk dalam 100 hari awal pemerintahan, dapat terus meningkat.

Kita harapkan juga empat target dunia di atas akan di­ca­pai di negara kita, yaitu me­nemukan dan mengobati 90 persen pasien TB kita.

Kemudian, memberikan terapi pencegahan TB pada 90 persen yang membutuhkan di negara kita, penggunaan 100 persen tes cepat pada pasien TB kita, dan turut berperan dengan usaha dunia untuk ter­sedianya vaksin dalam 5 tahun.

Selain pemenuhan empat target itu, akan baik jika ­empat hal mendasar yang perlu dila­kukan sesuai pernyataan WHO di atas juga dapat dilaksanakan di negara kita tercinta.

- Direktur Pascasarjana Uni­versitas YARSI /Guru Besar FKUI
- Mantan Direktur ­Penyakit Menular WHO Asia ­Tenggara
- Mantan Dirjen Pengen­da­lian Penyakit serta Kepala Balit­bangkes
- Penerima Rakyat ­Merdeka Award 2022 ­bidang ­Edukasi dan ­Literasi Kesehatan Ma­sya­rakat
- Penerima Rekor MURI 2024 sebagai penulis artikel Covid-19 terbanyak di me­dia massa
- Penerima Penghargaan Pa­ra­makarya Parama Husada ­PERSI 2024

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense