Sebelumnya
Provinsi Jambi memiliki potensi besar dalam meningkatkan infrastruktur dan konektivitasnya, berkat posisinya yang strategis di dekat Selat Malaka. Akses ini membuka peluang bagi Jambi untuk mengembangkan pelabuhan dan jalur transportasi yang akan mendukung peningkatan ekspor, terutama untuk produk unggulan daerah seperti kelapa sawit dan karet.
Jambi juga memiliki potensi dalam sektor energi terbarukan, terutama panas bumi dan biomassa, yang dapat mendukung transisi menuju energi hijau. Potensi energi terbarukan ini selaras dengan tren global yang berfokus pada keberlanjutan dan penurunan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Jika dikembangkan secara optimal, sektor energi terbarukan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah serta memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan sektor energi terbarukan di Jambi tidak hanya memperkuat ekonomi daerah tetapi juga meningkatkan kemandirian energi provinsi. Penggunaan energi terbarukan akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang semakin mahal dan terbatas. Dengan demikian, pengembangan infrastruktur konektivitas dan energi terbarukan di Jambi tidak hanya mendukung perekonomian tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan untuk jangka panjang.
Berdasarkan pemahaman geopolitik dan geostrategi ini, memastikan bahwa RPJMD Provinsi Jambi 2025-2029 dapat mengoptimalkan potensi daerah secara maksimal dan berkelanjutan. Integrasi yang lebih kuat antara kebijakan pembangunan ekonomi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan harus diterapkan, terutama di sektor sumber daya alam.
Baca juga : Perubahan Geostrategi Memantapkan Reformasi Sistem Pertahanan Keamanan Negara
Kemudian pengembangan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah harus menjadi prioritas agar Jambi dapat memanfaatkan posisinya yang strategis dalam jalur perdagangan internasional. Penting bagi Jambi untuk memperkuat sektor energi terbarukan dan mendorong investasi di sektor ini guna mendukung transisi energi hijau yang semakin relevan dalam menghadapi perubahan iklim global. Serta, dinamika politik nasional dan global perlu diperhatikan dalam perencanaan pembangunan daerah agar kebijakan yang diterapkan tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Direktur Jenderal Sosial Politik Kementerian Dalam Negeri RI, dan Gubernur Lemhannas RI (2001-2005). Kini Ketua TIM Dewan Pakar BPIP RI.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.