BREAKING NEWS
 

Strategi DPN Untuk Bangsa Dan Geopolitik Indonesia

Senin, 23 Desember 2024 07:59 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pertahanan Nasio­nal (DPN) merupakan elemen stra­tegis dalam menjaga dan memperkuat pertahanan ­negara, se­bagaimana diatur da­lam ­Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Berdasarkan regulasi tersebut, DPN memiliki tugas utama membantu presiden ­merumuskan kebijakan per­tahanan yang komprehensif dan strategis.

Fungsi ini sangat relevan di tengah tantangan pertahanan yang semakin kompleks akibat dinamika geopolitik global dan regional. Fleksibilitas yang memungkinkan DPN untuk beradaptasi dengan kebutuhan pertahanan nasional, melalui Keputusan Presiden, menunjuk­kan sifat lembaga ini yang dinamis dan berorientasi pada kepentingan negara.

Baca juga : DOB Harus Sesuai Dengan Politik Potensi Daerah, Kemampuan APBN, dan APBD

Pengangkatan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Ketua Harian DPN oleh Presiden Prabowo Subianto, menunjukkan langkah strategis yang dirancang untuk memaksimalkan efektivitas lembaga tersebut. Dengan latar belakang militer yang mumpuni dan ­pengalaman panjang dalam bidang pertahanan, Sjafrie di­ha­rapkan mampu memberikan masukan kebijakan yang inovatif serta mengintegrasikan elemen-elemen pertahanan nasional.

Peran Ketua Harian DPN menjadi semakin penting dalam era modern, di mana ancaman terhadap kedaulatan negara meliputi ancaman tradisional, seperti agresi militer, hingga ancaman non-tradisional, ­seperti serangan siber, terorisme, dan perubahan iklim. Langkah ini, dari sisi positif, memberikan stabilitas dan keahlian praktis dalam merespons ancaman ter­sebut. Namun, potensi negatifnya terletak pada risiko sentralisasi kekuasaan yang dapat mem­per­lambat koordinasi antar­lembaga jika tidak dikelola dengan transparansi dan akun­tabilitas.

Baca juga : Pensiunan Bisa Menjadi Pilar Utama Asta Cita

Sedangkan pelantikan Wakil Menteri Pertahanan Donny ­Ermawan sebagai Sekretaris DPN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2024, juga mencerminkan visi pemerintahan untuk memperkuat kelembagaan DPN. Sebagai Sekretaris, Donny memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kelancaran admi­nistrasi dan mendukung Ketua Harian dalam mengimplementasikan kebijakan strategis.

Kombinasi antara Ketua ­Harian dan Sekretaris yang ­memiliki pengalaman serta keahlian memungkinkan DPN bekerja lebih efektif dan responsif terhadap tantangan ­nasional. Dari perspektif positif, hal ini menunjukkan upaya untuk menciptakan lembaga yang profesional dan terorganisasi. Namun, dari sisi negatif, struktur yang lebih kompleks dapat memunculkan hambatan birokrasi jika tidak diimbangi dengan mekanisme kerja yang efisien.

Baca juga : Pilkada Serentak 2024: Bukti Menuju Kedewasaan Geopolitik Demokrasi Indonesia

Dalam konteks geopolitik, penguatan DPN ini sangat ­relevan bagi kebutuhan Indonesia. Sebagai negara dengan posisi strategis di Asia Pasifik, Indonesia menghadapi berbagai tekanan geopolitik, termasuk rivalitas kekuatan besar, potensi konflik di Laut China Selatan, serta ancaman lintas batas lainnya. Dengan Ketua Harian dan Sekretaris yang memiliki penga­laman mendalam, DPN dapat memainkan peran vital dalam merancang strategi pertahanan yang sejalan dengan kebutuhan geopolitik Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense