BREAKING NEWS
 

Soliditas Antar Pimpinan Partai Perkuat Reformasi Geopolitik Untuk Indonesia 2045

Senin, 20 Januari 2025 07:44 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Di mana rivalitas ­antara kekuatan-kekuatan besar itu, maka ­guna menciptakan ­dinamika yang ideal karuan saja menuntut posisi strategis Indo­nesia dalam menjaga ke­seimbangan kawasan. Sebagai negara yang terletak di jalur strategis Asia Pasifik, Indonesia harus mengambil peran aktif dalam memastikan stabilitas geopolitik dengan memperkuat kapasitas domestiknya.

Jadi jelaslah bahwa stabilitas politik dalam negeri menjadi prasyarat utama bagi keberhasilan reformasi geopolitik ini. Ketegangan domestik yang tidak terkendali dapat melemahkan kemampuan pemerintah dalam mengambil keputusan strate­gis di kancah internasio­nal. Oleh karena itu, soliditas antar pimpinan partai menjadi elemen krusial untuk menciptakan keselarasan politik yang mendukung kebijakan luar negeri.

Baca juga : Solidaritas Kabinet Merah Putih Untuk Reformasi Bangsa

Dengan soliditas ini, Indone­sia dapat menghadirkan legitimasi yang lebih kuat terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil, terutama yang bertujuan untuk memperkuat perannya sebagai penjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Soliditas politik domestik ini pula yang memungkinkan Indonesia untuk lebih aktif mempromosikan nilai-nilai global seperti perdamaian, keadilan, dan keberlanjutan.

Dalam menghadapi tantangan global, kemampuan Indonesia untuk memposisikan diri seba­gai mediator dan aktor utama bergantung pada dukungan politik yang solid dari dalam negeri. Dengan harmoni politik tersebut, Indonesia dapat memastikan bahwa reformasi geopolitiknya berjalan seiring dengan upaya memperjuangkan stabilitas kawasan dan kepen­tingan nasional di tengah persaingan kekuatan besar dunia.

Baca juga : Dampak Putusan MK Bagi Stabilitas Politik Dan Geopolitik Indonesia

Selain itu, soliditas antar elite politik juga berperan dalam memperkuat reformasi institusi domestik yang relevan dengan geopolitik, seperti penguatan sistem pertahanan dan diplomasi ekonomi. Reformasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membutuhkan kesatuan visi dan misi di antara para pemimpin partai untuk memastikan keberlanjutan agenda nasional. Dalam hal ini, reformasi geopolitik tidak hanya terkait ­dengan kebijakan luar negeri, tetapi juga mencakup peningkatan daya tahan ekonomi, penguatan sistem ­hukum, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, soliditas antar pimpinan partai bukan hanya menjadi solusi pragmatis untuk mengelola ketegangan politik, tetapi juga menjadi simbol ke­dewasaan bangsa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Soliditas ini mencerminkan kapasitas Indonesia untuk menjadi bangsa yang dewasa dalam menjalankan peran geopolitiknya, baik sebagai pemimpin di kawasan Asia Tenggara maupun sebagai mitra strategis dalam komunitas internasional.

Baca juga : Asta Cita: Reformasi Desa Dan Kecamatan Hulu Untuk Indonesia Raya

Untuk itu, diperlukan komitmen bersama antar partai politik dalam menempatkan kepen­tingan nasional di atas kepen­tingan partisan, sehingga reformasi geopolitik yang dibutuhkan bangsa ini dapat terwujud secara berkelanjutan.

Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan ­Direktur ­Jenderal Sosial ­Politik ­Kementerian Dalam ­Negeri RI, dan Gubernur ­Lemhannas RI (2001-2005). Kini Ketua TIM Dewan ­Pakar BPIP RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense