Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu fungsi utama agama dalam kehidupan bernegara NKRI ialah mencerahkan umat dan segenap warga negara. Agama diarahkan untuk mendukung tujuan negara tanpa harus mengenyampingkan prinsip-prinsip agama itu sendiri.
Dalam NKRI, fungsi seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan tujuan negara tanpa menafikan substansi ajarannya sendiri. Bahkan ajaran agama digunakan sebagai motivasi di dalam mempercepat proses pencapaian tujuan negara dan tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Baca juga : Mengapa Reartikulasi Penting?
Salah satu fungsi konkret agama ialah menjanjikan ketenangan, kedamaian, kearifan, keadilan dan ketenteraman kepada pemeluknya. Namun, itu semua bisa terjadi tentu saja jika agama diberi peran efektif untuk memberikan pencerahan terhadap umatnya.
Persoalannya sekarang, siapa yang bertanggung jawab untuk mengaktualkan fungsi pencerahan agama di dalam masyarakat? Efektif atau tidaknya sebuah agama mencerahkan, dapat diukur bagaimana peran dan partisipasi tokoh dan pemeluk agama. Jika agama semakin menyatu dengan pemeluknya berarti pencerahan agama efektif.
Baca juga : Agama Dan Negara: Saling Mengontrol Dan Saling Kontributif
Akan tetapi sebaliknya, jika agama dan pemeluknya semakin berjarak, maka pertanda pencerahan agama itu tidak efektif. Apalagi nilai-nilai agama dan negara berhadap-hadapan, sudah pasti ada sesuatu yang salah, menyalahi konsep dasar yang telah dirumuskan oleh the founding fathers kita.
Fenomena dalam kehidupan masyarakat juga bisa diukur, yaitu apa kata agama dan apa yang dilakukan pemeluknya? Searahkah program-program yang diterapkan negara dengan ajaran-ajaran dasar agama yang dianut di dalam masyarakat?
Baca juga : Bipolaritas Antara Agama Dan Negara
Jika masih berseberangan, misalnya jika program pembangunan negara berseberangan dengan ajaran agama, atau sebaliknya, ajaran-ajaran agama tidak sejalan bahkan menjegal tujuan pembangunan negara, maka pada saat itu ada persoalan konseptual yang harus segera diatasi. Jika tidak maka keduanya bisa berhadap-hadapan yang pada saatnya akan membingungkan masyarakat.
Kenyataannya sedang terjadi fenomena yang tidak menggembirakan, paling tidak terdapat fenomena yang kontradiktif, di dalam masyarakat kita hubungan antara agama dan pemeluknya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.