Dark/Light Mode

Moderasi Beragama Di Indonesia (1)

Apa Itu Moderasi Beragama?

Minggu, 12 Januari 2025 05:58 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Secara populer, moderasi beragama biasa diartikan sebagai cara pandang, sikap dan praktik keagamaan yang mengedepankan kesetaraan, keseimbangan, keadilan dan toleransi dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Inti konsep moderasi adalah komitmen untuk menghormati perbedaan dan menjalankan ajaran agama dengan cara yang moderat, tidak ekstrem dan berlebihan.

Sikap moderasi beragama ditandai dengan kesediaan menerima orang yang berbeda dengan diri kita tanpa menimbulkan kecurigaan, apalagi kebencian terhadap orang yang berbeda dengan diri kita. Jika perbedaan masih menyisahkan rasa berjarak dengan yang bersangkutan, berarti kita belum menjiwai atau merasakan sikap moderasi beragama.

Baca juga : Agama Yahudi Di Indonesia

Cara Pandang, sikap dan praktik beragama yang setara dan seimbang antara lain, tidak ekstrem dan berlebihan di dalam menjalankan praktek keagamaan, menolak segala bentuk ekstremisme dan fanatisme yang mengatasnamakan agama dan tidak gampang atau tidak mudah menghakimi orang lain yang berbeda dengannya.

Ia selalu mengambil jalan tengah di dalam menghadapi berbagai persoalan, mengedepankan sikap untuk mencari solusi yang adil dan bijaksana, dan tidak condong ke satu pihak secara ekstrem.

Ia juga menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal, seperti keadilan, kesetaraan dan kasih sayang, dalam menjalankan kehidupan beragama.

Baca juga : Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

Sikap inilah yang disebut menjalankan ajaran agama dengan cara seimbang, rasional, dan tidak berlebihan dalam menginterpretasikan dan mengaplikasikannya.

Dalam menyikapi perbedaan, terlihat sangat toleran. Yakni mengakui pluralitas. Moderasi beragama menyadari dan menghargai keberagaman yang ada di masyarakat, baik keberagaman agama, suku, budaya, maupun pandangan politik.

Ia menghargai hak setiap individu. Ia sadar bahwa setiap individu memiliki hak untuk memeluk agama dan keyakinannya masing-masing. Dan moderasi beragama menekankan pentingnya menghormati hak tersebut. Ia senantiasa membangun dialog dan kerjasama antar umat beragama.

Baca juga : Kepercayaan Dewata Sewwae Bugis-Makassar (Bagian 2)

Moderasi beragama mendorong terciptanya dialog dan kerjasama yang konstruktif antar umat beragama untuk membangun kerukunan dan kedamaian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.