Dark/Light Mode
Moderasi Beragama Di Indonesia (2)
Mengapa Moderasi Beragama Penting?
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Moderasi beragama bagi negara yang dipadati berbagai agama dan etnik seperti Indoneisa jelas amat penting. Kondisi objektif Indonesia yang begitu plural dan heterogen menuntut inklusivitas warganya di dalam menjalankan tuntutan agamanya masing-masing. Inklusivitas beragama menuntut terwujudnya moderasi beragama yang baik, dalam arti segenap umat beragama diminta lebih arif di dalam mengartikulasikan ajaran agamanya di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Bisa dibayangkan! Negara besar seperti Indonesia yang memiliki luas wilayah lebih dari 17.000 pulau, dengan luas wilayah mencapai sekitar 1,9 juta km² daratan dan lebih dari 3 juta km² wilayah laut; terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Hindia dan Pasifik). Posisi strategis ini menjadikan Indonesia sebagai jalur transformasi dan perdagangan dunia yang amat padat. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah.
Indonesia juga dipadati berbagai agama dan kepercayaan. Yang diakui sebagai agama formal ialah Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu.
Jika para umat beragama bangsa ini tidak cerdas mengelola perbedaan nilai-nilai agama dan kepercayaannya, maka bisa dibayangkan adanya benturan-benturan satu sama lain. Belum lagi benturan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai sosial lainnya. Nilai-nilai primordial non-agama mungkin masih relative mudah diatasi. Akan tetapi jika yang terjadi benturan antarumat beragama disebabkan karena perbedaan ajaran dan substansi agama, maka terlalu banyak hal yang destruktif bisa terjadi.
Baca juga : Mengapa Moderasi Beragama Penting? (1)
Sejarah telah membuktikan bagaimana bahayanya eskalasi konflik yang berbasis agama di negeri ini. Setiap agama memiliki panji-panji jihad yang bisa memicu andrenalin untuk mempertahankan apa yang dianggap nilai-nilai luhur agama. Dalam Islam terkenal dengan istilah: ‘Isy kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid).
Moderasi agama dalam arti penyadaran diri setiap umat untuk memeluk dan mempraktekkan ajaran agamanya dengan penuh pengertian (fully understanding) sangat diperlukan.
Bagaimana pada satu sisi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar agama tetapi pada saat bersamaan, umat tetap menyadari kalau mereka hidup di dalam sebuah wadah Tunggal yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di sinilah peran para tokoh agama untuk mengartikulasikan ajaran agamanya masing-masing paralel dengan konteks kehidupan berbangsa dan bertanah air yang sama dengan penduduk beragama lain.
Baca juga : Apa Itu Moderasi Beragama?
Filosofi bangsa Pancasila dan UUD 1945 terbukti sangat mujarab dijadikan rujukan bersama antarumat beragama di dalam menata kehidupan sehari-hari segenap warga bangsa Indonesia; baik sebagai warga bangsa maupun sebagai umat beragama. Inilah yang kita sebut inklusifisme beragama dan berbangsa di Indonesia. Kenyataan ini yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Sulit dicari bandingannya di kolom langit ini ada sebuah bangsa yang begitu plural dan heterogen dengan jumlah penduduk yang amat besar bisa mempertahankan eksistensinya sebagai sebuah negara paling rukun di dunia. Hampir tidak masuk akal tetapi itu menjadi kenyataan. Tidak heran banyak pemimpin negara datang ke Indonesia belajar bagaimana “mengedit” bangsa yang besar ini menjadi satu kesatuan yang harmonis?
Kerukunan bangsa Indonesia salah satu komoditi sosial yang sangat laris dijual di tengah bangsa-bangsa lain. Banyak negara yang etnik dan agamanya terbatas tetapi sulit menjalin satu kesatuan yang homogen. Bahkan tidak sedikit di antara warga dunia masih diwarnai dengan perang saudara, ketegangan etnik dan agama, sehingga negara dan bangsa tersebut tidak bisa berkembang.
Tantangan kita sebagai warga bangsa Indonesia, bagaimana mempertahankan kerukunan dan kesetaraan di atas pluralitas bangsa ini dengan lebih konstruktif? Di sinilah perlunya merawat moderasi beragama di negeri Bhinneka Tunggal Ika terbesar di dunia saat ini.***
Baca juga : Agama Yahudi Di Indonesia
Prof Nasaruddin Umar
(Menteri Agama/Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.