BREAKING NEWS
 

Moderasi Beragama Di Indonesia (21)

Antara Politik Islam Dan Islam Politik (Bagian 1)

Jumat, 7 Februari 2025 06:18 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Pertama pencoretan kata bismillahirrahmanirrahim dan kata Rasulullah memang masalah tetapi lebih besar akibatnya bagi umat Islam jika. perjanjian itu ditolak, karena posisi umat Islam masih minoritas. Butir-butir perjanjian itu diterima agar kaum kafir Quraisy Mekkah tidak ditahan di Madinah agar tidak ikut membebani ekonomi Madinah yang sudah dibanjiri pengungsi.

Sedangkan orang Islam yang dibiarkan ditahan di Mekkah pasti akan berusaha menjalankan politik tertentu untuk memecah belah kekuatan kaum kafir Quraisy di sana. Alhasil, semua prediksi Rasulullah benar dan sahabat kemudian mengagumi kecerdasan Rasulullah

Baca juga : Menepati Janji kepada Non-Muslim

Inilah politik Islam. Terkadang harus mundur selangkah untuk meraih kemenangan. Dalam posisi umat Islam masih minoritas tidak ada cara terbaik kecuali kooperatif dengan keinginan mayoritas, demi menyelamatkan umat.

Terkadang juga harus bersabar dan menanti saat yang tetpat untuk memulai sebuah strategi baru untuk mencapai kesuksesan menyeluruh.

Baca juga : Memberi Subsidi Kepada Non-Muslim

Politik Islam bukan untuk mentolerir jatuhnya korban hanya untuk mencapai kemenangan politik secara simbolis. Kemenangan substansial jauh lebih berharga ketimbang kemenangan simbolik.

Untuk apa kemenangan simbolik jika substansi Islam tidak bisa diimplementasikan. Kita seringkali terjebak di dalam wacana politik Islam tetapi sesungguhnya adalah Islam Politik.

Baca juga : Tidak Menelantarkan Non-Muslim

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 7 Februari 2025 dengan judul "Moderasi Beragama Di Indonesia (21), Antara Politik Islam Dan Islam Politik (Bagian 1)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense