Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada Februari 2025, beberapa minggu yang lalu, ilmuwan China menemukan virus Corona kelelawar baru yang disebut HKU5-CoV-2. Virus tersebut berpotensi menginfeksi manusia dan mengikat reseptor yang sama dengan SARS-CoV-2, virus penyebab pandemi COVID-19.
Masyarakat pun khawatir dan bertanya-tanya, apakah akan ada wabah dan bahkan pandemi akibat virus baru ini. Perlu ditegaskan bahwa tidak demikian halnya, dan untuk itu setidaknya ada empat penjelasan.
Baca juga : Desa Wisata Kita Juga Bisa Jadi UNESCO Heritage
Pertama, ini adalah temuan laboratorium, belum ada kasus pada manusia. Jadi, terlalu cepat kalau mengatakan bahwa akan ada outbreak baru, apalagi ancaman pandemi.
Kedua, memang reseptornya di manusia adalah sama dengan SARS COV2, penyebab COVID-19, tetapi virusnya sendiri bukanlah sejenis yang COVID-19. Melainkan lebih ke yang jenis corona penyebab MERS-COV. Kita tahu bahwa MERS CoV tidaklah pernah menjadi masalah kesehatan berarti sampai kini.
Baca juga : Perkembangan Kecerdasan Buatan
Dengan dua hal di atas, maka temuan HKU5-CoV2 pada saat ini bukan merupakan ancaman penularan yang akan meluas dan bukan (atau setidaknya belum) berpotensi akan menjadi wabah.
Ketiga, memang dengan temuan laboratorium ini, sudah mulai dilihat potensi penggunaan obat dan antibodi terhadapnya di masa datang. Ini suatu hal yang baik. Artinya, kita waspada lebih awal kendati memang belum ada potensi wabah yang nyata.
Baca juga : Anggaran Kemenkes Dipangkas, Ini 7 Hal Yang Harus Dilakukan
Keempat, adanya temuan seperti ini tentu penting, karena bagaimanapun upaya antisipasi wabah (dan juga pandemi) adalah dengan melakukan surveilan ketat (termasuk di seluruh pelosok negara kita) dan analisa kesehatan masyarakat, klinik dan genomik yang baik. Ini sesuatu yang harus selalu dilakukan dunia, dan juga negara kita tentunya.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.