BREAKING NEWS
 

Keajaiban Al-Qur’an (20)

Misteri Lebah-Madu (Bagian 2)

Minggu, 23 Maret 2025 06:07 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (Q.S. Al-Naml/27:18:19).

Semut adalah salah satu komunitas serangga yang paling popular di dalam masyarakat. Bukan saja karena banyaknya populasi berikut dengan speciesnya, tetapi komunitas semut paling sering bersinggungan dengan kepentingan manusia. Pepatah mengatakan: “Di mana ada gula di situ ada semut”. Artinya juga di mana ada manusia di situ ada semut. Interaksi antara manusia dan semut juga diabadikan dalam Al-Qur’an sebagaimana disebutkan di atas. Intensitas interaksinya dengan manusia mungkin menjadi salah satu pertimbangan mengapa semut (al-Nahl) dipilih menjadi salah satu nama surah dalam Al-Qur’an.

Baca juga : Misteri Lebah-Madu (Bagian 1)

Ternyata secara sains bukan hal itu saja, tetapi komunitas semut memiliki keunikan tersendiri dan boleh jadi keunikan itu menjadi pelajaran penting bagi komunitas manusia. 

Seorang peneliti biologi dari Australia mengungkapkan bahwa yang menjadi pemimpin komunitas semut ialah jenis betina (ratu), bukan jantan. Jika ini benar, berarti sejalan dengan redaksi yang digunakan Al-Qur’an bahwa yang memimpin komunitas semut yang disaksikan oleh Nabi Sulaiman ialah komunitas yang dipimpin oleh semut betina, karena dikatakan “qalats” dengan huruf ta al-ta’nits (feminin shape) yang menunjukkan jenis perempuan/betina. 

Baca juga : Neurologi Wudhu

Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa komunitas lebah (Al-Nahl) yang juga dipimpin oleh seekor ratu. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia laba-laba (Al-’Ankabut), yang ternyata membuat sarang begitu simetris ialah betina, yang mempunyai zat pemintal di dalam perutnya. Pejantan tidak memiliki zat itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense