Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Walaupun bukan buku sejarah, tetapi kitab suci Al-Qur’an mengungkapkan misteri peristiwa-peristiwa masa lampau yang dapat dilacak kebenarannya secara historis. Kisah-kisah masa lampau yang diungkapkan Al-Qur’an seperti asal-usul kejadian alam, asal-usul kejadian manusia, evolusi alam, dan kisah-kisah Nabi dan Rasul, semuanya dapat dikonfirmasi dengan bukti-bukti sejarah yang diperoleh secara metodologi keilmuan sejarah, seperti metode antropologi, metode filologi, metode historisme, dan lain-lain.
Salah satu contoh bisa dikemukakan di sini ialah kisah Nabi Nuh yang membuat perahu di puncak bukit, kemudian bukit itu juga terhantam tsunami besar, sehingga yang selamat hanya Nabi Nuh dan segelintir sahabatnya, ditambah beberapa jenis binatang, burung, dan tumbuh-tumbuhan yang dinaikkan di dalam perahu Nuh. Pada akhirnya, perahu Nuh terdampar di Judi setelah banjir reda, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur`an:
Baca juga : Singkat Kata Padat Makna
Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," Dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang lalim" (QS Hud/11:44).
Sebagian ulama tafsir seperti Maulana Yusuf, menafsirkan gunung Judi terletak di kawasan Bohran, Turki; yaitu dekat perbatasan Turki sekarang dan Irak dan Syiria. Yakni pegunungan besar Plateau Ararat. Bagi masyarakat di kawasan itu, yakin betul bebatuan menyerupai perahu besar adalah sisa-sisa perahu Nabi Nuh yang terdampar di situ.
Baca juga : Kesantunan Tata Bahasa Al-Qur’an
Hal ini juga mendapatkan pengakuan secara antropologis bahwa Nabi Nuh hidup sekitar 6.000 tahun silam. Sementara daerah sekitar itu, ketika itu dihuni oleh penduduk lembah Trigis.
Menurut Al-Tadmuri, Nabi Nuh mempunyai tiga putra yaitu Sam, Ham, dan Yafat. Menurut tradisi Injil dan Yahudi, putra Nabi Nuh adalah Shem, Ham, dan Japhet. Kan’an sendiri masih dalam perdebatan: Ada yang mengatakan termasuk putranya atau cucunya dari Ham, yang jelas masih keluarga Nabi Nuh.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.