Dark/Light Mode

Keajaiban Al-Qur`an (18)

Neurologi Wudhu

Jumat, 21 Maret 2025 06:22 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan secara mendetail pada wudhu, terutama bagian-bagian tubuh mana yang harus dicuci dan dibasuh. Sedangkan shalat, meskipun wajib dan menjadi rukun Islam tidak dijelaskan secara detail. Hanya Nabi pernah menyatakan: Shallu kama raitumuni ushalli (Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat). Penjelasan wudhu diuraikan dalam ayat: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki (QS Al-Maidah/ 5:6).

Mengapa bagian-bagian anggota badan itu yang harus dibasuh dalam berwudhu? Inilah yang menjadi pembahasan para ahli. Kalangan neurologi dan psikiater bisa memberikan pembenaran ilmiah terhadap penyucian organ-organ tubuh tersebut. Demikian pula dalam kitab-kitab Fikih punya bab tersendiri tentang wudhu dan tayammum sebagai bagian dari bab Thaharah.

Baca juga : Konsep Pascapanen Nabi Yusuf

Prof Von Omar Rolf Ehrenfels, dalam artikelnya berjudul: “Die Symbolik im Islam” dikutip di dalam Molemisce Refue, Zul Hijjah 1351 H/ April 1933, h (9) menyatakan:

“Pada peristiwa ini daya tubuh itu dipengaruhi oleh beberapa gerak, sikap, dan perlakuan  tertentu pada muka, tangan dan kaki. Penyucian anggota badan itu akan menghentikan pusat saraf dari kelelahan dan kegelisahan. Hal ini penting bagi setiap orang yang ingin mencapai pemusatan pikiran atau yang ingin dengan khusyuk memusatkan pikirannya. Pusat-pusat saraf di sebelah dahi, tangan dan kaki sangat peka. Kebenaran ini telah dibuktikan oleh ilmu kedokteran modern. Kita harus membersihkan bagian-bagian badan tersebut dengan mencucinya menurut cara yang yang disyaratkan oleh Islam. Dengan demikian, hal itu dapat menenteramkan kepekaan dan membuat selaras dengan pusat kesadaran kita. Apabila yang demikian itu dilakukan maka pengaruh kesadaran dari luar jadi meresap ke dalam, sehingga terganggulah keheningan konsentrasi kita di dalam shalat.”

Baca juga : Asas Nullun Delictum Nabi Yusuf

Para ulama Fikih memandang organ tubuh yang dibasuh dalam berwudhu memang paling berpotensi untuk tercemari kotoran, seperti kedua tangan, daerah muka terutama mulut dan kaki. Rasa percaya diri akan muncul manakala kita telah membersihkan dengan air segar anggota badan tersebut, sebagaimana diatur di dalam konsep wudhu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.