Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Bentuk epidemi lain di dalam Al-Qur’an terungkap pada kisah tentara Israil melawan Jalut sebagaimana diuraikan dalam surat QS Al-Baqarah/ 2:249. "Maka tatkala Talut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kami dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku”.
Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata;” Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya”. Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar” (QS 2: 249).
Baca juga : Epidemi Typhus Exanthematicus
Prajurit yang kehausan menemukan air sungai banyak yang melupakan pengarahan pimpinannya agar berhati-hati mengambil air di sungai itu, karena di sana terdapat sejenis virus yang membahayakan.
Di tengah perjalanan, ketika pasukan tiba di tepi sungai itu, betul banyak rombongan tidak mengindahkan nasihat pimpinannya, mereka mengambil air tidak dengan cidukan tangan tetapi melalui bejana atau timba.
Akhirnya mereka terserang virus yang gejala awalnya mereka merasakan fisiknya menjadi lemah. Bersamaan dengan itu bibir mereka menjadi hitam dan dahaganya tidak bisa berhenti.
Sebenarnya menurut analisis Dr Opitz, seorang ahli sejarah penyakit, air dalam sungai itu cukup steril jika diambil dengan cedukan tangan. Di bagian permukaan air cukup aman dan tidak akan mendatangkan bahaya, tetapi bila diambil dengan bejana atau timba dalam jumlah lebih banyak maka air itu tidak steril lagi karena berbagai kotoran yang mengandung micro-organisme yang berbahaya.
Baca juga : Mengungkap Misteri Masa Depan
Orang-orang yang minum air dengan sedukan tangan akan aman sedangkan yang menggunakan bejana atau timba sangat riskan. Karena mereka banyak minum air dengan menggunakan bejana maka mereka menderita penyakit perut sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan ke medan perang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.