Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu pemikir sufi yang menarik untuk ditampilkan dalam topik ini ialah pemikiran Ibn ‘Arabi. Ia mengembangkan pemikiran bahwa kosmos ini adalah manifestasi bayangan (tajalli) Tuhan. Konsep tajalli dipopulerkan oleh Ibn ‘Arabi dalam kitabnya, Fushuh al-Hikam dan Futuhat al-Makkiyah.
Ia menjelaskan bahwa alam semesta ini merupakan manifestasi (tajalli) Tuhan. Tajalli adalah transformasi dari maqam atas (al-Maqam al-’Ulwiyyah) ke maqam bawah (al-maqam al-sufla).
Baca juga : Penciptaan Kosmos (Bagian 1) - Perspektif Saintis
Berawal dari Sang Dia, Yang Maha (Sirr al-Asraar/Sacred of The Sacred) atau biasa disebut Maqam Ahadiyah (The One and Only Stage), kemudian Sang Dia ingin mengenali Dirinya lalu memanifestasikan diri dengan memperkenalkan nama-nama-Nya (maqam asma’). Manifestasi awal ini biasa disebut dengan Maqam Wahidiyyah (The Oneness), Entitas Permanen (al-A’yan al-Tsabitah/ The Eternal Entity), dan oleh kalangan tarekat disebut juga dengan Nur Muhammad. Maqam ini belum bisa disebut alam karena sesungguhnya masih Dia. Dari Maqam ini nantinya bermanifestasi menjadi alam, yakni manifestasi di luar Dirinya (al-a’yan alkharijiyyah/ external entity), mulai dari Alam Jabarut, Alam Malakut, sampai ke Alam Mulk/ Syahadah, sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu.
Dalam pandangan tajalli, keberadaan Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa (The One) tidak pernah dipertentangkan dengan wujud manifestasinya yang banyak (The Many). Ibaratnya, sebuah tongkat yang berdiri di depan 1.000 cermin maka penampakan tongkat itu menjadi 1.000 namun aslinya tetap satu.
Baca juga : Apa Itu Drama Kosmos?
Dari sudut matematika dapat dijelaskan bahwa angka satu dengan bilangan selanjutnya substansinya tetap sama. Tidak mungkin ada angka tiga, 100, 1000, 1000.000, dan seterusnya tanpa ada angka satu.
Bukankan satu juta itu berarti kelipatan satu juta dari angka satu. Tanpa ada angka satu tidak ada bilangan selanjutnya. Angka satu tidak bisa dipisahkan dengan angka selanjutnya karena hubungan antaranya adalah hubungan manifestasi (tajalli).
Tentu berbeda dengan pandangan filosof yang menganggap The One dan The Many sebagai dua entitas yang berbeda, karena logikanya dibangun berdasarkan sebab akibat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.