Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Gajah, salah satu binatang terbesar saat ini. Gajah menjadi salah satu nama surah di dalam Al-Qur’an, yaitu QS Al-Fil (105). Gajah memiliki postur paling besar di antara binatang yang masih bertahan hidup mendampingi kehidupan manusia. Gajah pernah diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai berikut: “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kabah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat) (QS Al-Fil/ 105:1-5).
Gajah menjadi lambang kejantanan dan menjadi binatang pilihan Raja Abrahah untuk menyerang atau mengambil alih ka’bah di Mekah. Abrahah ingin mengangkut bangunan ka’bah ke Yaman agar kota Yaman bisa menjadi ibu kota spiritual, yang ramai dikunjungi orang dari berbagai penjuru. Namun kisah dan penampilan gajah dalam Al-Qur’an, meskipun jantan, besar, dan kokoh tetapi harus mati tersungkur dan menyedihkan, yang tersisa hanya tulang belulangnya, mengikuti nasib tuannya, Abrahah, terkena lemparan batu-batu kecil burung-burung Ababil yang diutus Tuhan untuk menghancurkan pasukan Abrahah.
Baca juga : Berguru Kepada Laba-laba
Banyak menduga, termasuk dalam Tafsir al-Manar, karya Muhammad Abduh, bahwa yang menyerang pasukan bergajah itu ialah semacam virus yang mematikan dalam waktu cepat. Dr Opitz menduganya sebagai virus ebola, seperti yang pernah ditemukan di Afrika. Cara kerja virus itu membuat daging menjadi bonyok sehingga yang tersisa hanya tulang belulang.
Serangga kecil seperti lebah, semut, laba-laba, dan burung-burung memiliki tubuh yang kecil tetapi mengesankan prestasi positif. Lebah bisa mengobati penyakit, semut menciptakan masyarakat santun dan bersatu, laba-laba melindungi Nabi di goa Hira dan memproduksi sarang yang simetris. Ini berarti kebesaran sebuah postur bukan menjadi jaminan keunggulan.
Baca juga : Berguru Kepada Semut
Boleh jadi sebuah postur kecil dan sederhana tetapi melahirkan sesuatu yang positif secara monumental. Gajah dalam surah ini menjadi pelajaran berharga buat kita bahwa sebesar apapun makhluk pasti kekuasaan Sang Khalik lebih besar. Jika Allah menghendaki, sebesar apapun sebuah kekuasaan tidak ada artinya bagi Allah SWT. Jika Allah menghendaki sesuatu maka cukup mengatakan “kun” maka terwujudlah sesuatu itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.