BREAKING NEWS
 

79 Tahun Polri, Harapan Seorang Sahabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Selasa, 1 Juli 2025 21:47 WIB
Prof. Dr. Ali Mochtar Ngabalin, S. Ag., M.Si

RM.id  Rakyat Merdeka - Tujuh puluh sembilan tahun sudah Kepolisian Republik Indonesia mengabdi pada negeri. Melintasi badai sejarah, dari zaman kemerdekaan hingga era digital hari ini. 

Usia yang sesungguhnya telah matang, seperti pohon tua yang seharusnya berbuah lebat, memberikan naungan sejuk dan rasa manis bagi rakyat Indonesia.

Hari ini, saya menanggalkan segala titel akademik dan jabatan politik. Saya menulis sebagai seorang sahabat. Sahabat yang mencintai dengan tulus, yang menaruh harapan setinggi langit, namun juga tak gentar menegur dengan kasih sayang yang jujur.

Kekhawatiran saya sederhana, jangan sampai Polri terjebak menjadi "polisi tidur" di tengah jalan kehidupan berbangsa. Seperti gundukan aspal yang tak bersuara, tidak bergerak, tapi justru membuat pengendara melambat bukan karena hormat, melainkan karena takut rusak. Hadir tanpa memberi kehadiran yang bermakna.

Saya yakin, Polri mampu jauh melampaui bayangan kelam itu. Terlebih dengan semangat transformasi yang diusung Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui visi Presisi Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Ini bukan sekadar jargon yang terdengar merdu di telinga, tetapi kompas moral yang seharusnya menuntun setiap langkah perubahan.

Prediktif menuntut Polri menjadi mata yang tajam, telinga yang peka, dan hati yang mampu membaca arah zaman sebelum badai datang. Bukan menunggu hingga masalah viral, tetapi sudah bekerja sejak benih-benih kegelisahan mulai tumbuh.

Baca juga : Baru Dilantik, PM Australia Langsung Gas Ke Indonesia Temui Prabowo

Responsibilitas menginginkan tanggung jawab yang utuh bukan sekadar menutup kasus di atas kertas, tapi memastikan keadilan benar-benar menyentuh nurani masyarakat yang terluka.

Transparansi berkeadilan bukan cuma membuka data, tapi membuka diri. Siap dikritik, siap diawasi, bahkan dari dalam institusi sendiri. Inilah kedewasaan sejati yang hanya dimiliki oleh mereka yang sungguh ingin berubah.

Namun kita harus jujur masih menganga jurang lebar antara idealisme Presisi dan realitas di lapangan. Terlalu banyak warga yang masih bergidik saat berhadapan dengan seragam Polri bukan karena bersalah, tapi karena trauma dari pengalaman masa lalu. Inilah hutang sejarah yang harus dibayar.

Saya tahu persis, banyak prajurit Bhayangkara yang bekerja dengan tulus, dengan tangan kosong dan hati yang terbakar untuk melayani. Tapi inilah saatnya bersihkan institusi ini dari noda oknum yang memperdagangkan kehormatan demi keuntungan sesaat. Tujuh puluh sembilan tahun bukan masa untuk tidur. Ini saatnya bangkit dan memimpin.

Adsense

Presiden Prabowo Subianto telah membuka tangan lebar untuk berkolaborasi. Beliau memahami tanpa pilar keamanan yang kokoh, pembangunan hanya akan jadi mimpi kosong. Tapi sinergi itu hanya akan terwujud jika Polri benar-benar menunjukkan wajah profesionalismenya bukan topeng yang dipakai hanya saat diperlukan.

Saya turut prihatin saat melihat pengamanan kantor kejaksaan harus diserahkan kepada TNI. Ini bukan kesalahan TNI, tapi sebuah cermin yang mengajak Polri bertanya mengapa kepercayaan publik pada kita bisa merosot sejauh ini?

Baca juga : Kemkomdigi Gas Pol Jalankan Program Terbaik Prabowo

Marilah kita hidupkan kembali semangat para pendahulu mulia Jenderal Hoegeng dan tokoh-tokoh legendaris lainnya yang dihormati bukan karena bintang di pundak, tapi karena integritas tak tergoyahkan. Warisan mereka moral yang bersih, ilmu yang tajam, jiwa nasionalisme yang membara, dan keberanian untuk benar harus mengalir dalam darah seluruh anggota Polri.

Polri harus kembali menjadi mercusuar. Bukan hanya mengejar angka prestasi, tapi merebut kembali hati rakyat yang kecewa. Jadilah tolok ukur tertinggi penegakan hukum di negeri ini.

Saya menulis ini dengan hati bergetar. Sebagai seorang sahabat yang tak pernah berhenti berharap. Sahabat yang ingin melihat para jenderal muda Polri tak hanya memimpin anak buahnya, tapi juga perubahan zaman. 

Sahabat yang yakin di balik kritik ini, ada cinta yang dalam untuk institusi yang pernah menjadi kebanggaan bangsa.

Selamat Hari Bhayangkara ke-79.

Mari kita injak gas reformasi dengan penuh semangat, tekan rem keras untuk pelanggaran, atur kopling perubahan dengan bijak, dan jangan ragu naikkan persneling menuju Polri kelas dunia.

Baca juga : Rayakan 50 Tahun, Polytron Siap Meluncuran Mobil Listrik Pertamanya

Indonesia menunggu. Rakyat menunggu. Sejarah menunggu. Tapi jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama.

Ditulis dengan harapan dan doa untuk masa depan Polri yang lebih baik.

Penulis adalah Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense