Dark/Light Mode

Pengamat: Ada Operasi Politik Serang Orang-orang Kepercayaan Prabowo

Senin, 7 April 2025 15:55 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Tedy O Kroen/RM)
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menduga ada strategi yang sedang dijalankan pihak tertentu untuk menghancurkan satu per satu orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto, baik di ranah politik maupun militer. Amir menyebut, nama-nama seperti Sufmi Dasco Ahmad, Hashim Djojohadikusumo, dan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai target awal dalam manuver politik tersebut.

Presiden Prabowo tidak bisa diserang secara langsung, karena kekuatan elektoral dan posisi politiknya sekarang sangat kokoh. Maka, diserang orang-orang dekatnya. Kalau orang-orang terdekatnya dilumpuhkan, perlahan ia akan melemah secara internal,” ujarnya, Senin (7/4/2025).

Amir lalu mengupas serangan terhadap Dasco. Kata dia, Wakil Ketua DPR diserang dengan pemberitaan yang masif dan sistematis yang mengaitkan dengan pengelolaan judi online (judol) di Kamboja. Padahal, menurut informasi yang diperolehnya, tuduhan itu tidak berdasar.

Baca juga : Praktisi: Tarik Investasi Asing, Jaga Kepastian Hukum

“Saya mendapatkan informasi, saat Dasco menjadi Komisaris di MNC Digital, ia melakukan kerja sama dalam bidang properti dengan perusahaan di Kamboja. Kalaupun perusahaan itu kemudian memiliki afiliasi dengan bisnis judol, itu tidak ada kaitannya dengan Dasco secara langsung. Ini murni upaya framing,” ucapnya.

Sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra, posisi Dasco memang sangat strategis dalam menjaga soliditas partai dan komunikasi politik Prabowo. Oleh karena itu, kata Amir, menghancurkan kredibilitas Dasco adalah cara efektif untuk melemahkan Prabowo dari dalam.

Selain Dasco, dua nama lain juga disebut-sebut menjadi target: Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo yang juga pengusaha berpengaruh, serta Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, yang dikenal dekat dengan dunia intelijen dan pertahanan.

Baca juga : BPK Harap Kualitas Pelaporan Makin Teguhkan Kepercayaan Publik

“Hashim diserang dari sisi bisnis dan politik luar negeri. Sjafrie diserang dengan narasi masa lalu yang dikaitkan dengan isu-isu HAM dan militerisme,” papar Amir.

Ia menilai, serangan terhadap orang-orang terdekat Prabowo tidak semata berasal dari oposisi politik dalam negeri, melainkan juga bisa ditarik ke skenario geopolitik regional yang lebih besar. “Kita tidak bisa menutup mata, ada kekuatan besar yang tidak ingin Prabowo memegang kendali penuh di pemerintahan karena dianggap akan memperkuat posisi Indonesia dalam poros strategis dunia,” tandasnya.

Amir lalu mengimbau publik untuk jernih menyikapi informasi dan tidak mudah termakan isu-isu yang tidak didukung data kuat. Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk lebih proaktif dalam mengklarifikasi dan menangkal hoaks yang berpotensi merusak tatanan politik nasional. “Kalau tokoh sekelas Dasco bisa dijatuhkan dengan framing semacam ini, maka ini preseden buruk bagi demokrasi kita,” pungkas Amir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.