BREAKING NEWS
 

Pesan Strategis Dari KTT BRICS 2025: Kepemimpinan Indonesia Di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Senin, 14 Juli 2025 08:06 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Republik Indo­nesia, Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar pada Minggu, 6 Juli 2025, di Museum of ­Modern Art (MAM), Rio de ­Janeiro, Brasil. Kehadiran Presi­den Prabowo pada KTT yang mengu­sung tema “Streng­thening Global South ­Cooperation for More ­Inclusive and Sus­tainable Governance” ini bukan ­hanya momen simbolik diplo­masi, melainkan cerminan dari kepemimpinan pemerin­tahan Indo­nesia dalam menghadapi ketidakpastian ­geopolitik dan geostrategi global.

Dunia yang sedang mengalami transformasi besar—dari ketegangan blok kekuatan besar, disrupsi teknologi, hingga krisis iklim dan ketahanan pangan—Indonesia menunjukkan bahwa ia tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi memainkan peran sebagai aktor utama dalam membentuk tatanan global baru yang lebih adil dan inklusif. Sebagai negara pertama dari Asia Tenggara yang menjadi anggota penuh BRICS, Indonesia ­membawa nilai tambah strategis dan geopolitik dalam aliansi negara-negara berkembang tersebut.

Baca juga : Trust Ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI

Di tengah rivalitas antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, pendekatan diplomasi aktif dan non-konfrontatif Indonesia ­justru menjadi aset strategis. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang tidak menambah kete­gangan, melainkan memperluas ­ruang dialog dan kerja sama. Kepemimpinan dalam menghadapi ketidakpastian global menuntut kecakapan untuk membaca arah perubahan, menyusun respons yang adaptif, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan kontribusi global.

Indonesia tidak hanya mengartikulasikan kepentingan nasio­nal, tetapi juga memperjuangkan suara negara-negara Selatan Global (Global South) –yang selama ini termargi­nalisasi dari sistem internasional yang ­timpang. Geopolitik dewasa ini tidak lagi bersifat linier. Ketegangan di satu kawasan bisa berdampak luas ke seluruh dunia dalam hitungan jam. Krisis di Eropa Timur, instabilitas di Timur Tengah, sengketa di Indo-Pasifik, serta ancaman siber dan disinformasi kini menjadi dimensi baru dari geostrategi global.

Baca juga : Kapolri Tanam Jagung Bercaping Gunung

Dari itu Indonesia memposisikan dirinya sebagai bridge-­builder, atau pembangun ­jembatan di antara kekuatan-kekuatan dunia. Ini adalah pendekatan geostrategis yang tidak menempatkan Indonesia di salah satu kutub ke­kuasaan, tetapi di tengah, sebagai penghubung dialog dan kerja sama. Pandangan ini sejalan ­dengan prinsip bebas aktif yang menjadi fondasi kebijakan luar ­negeri ­Indonesia sejak awal kemerdekaan. Kini, prinsip itu diaktualisasikan secara lebih strategis, dengan memperkuat dimensi ekonomi, perta­hanan, sains, dan teknologi dalam hubungan internasional.

Adsense

Bersamaan pula kepemimpinan pemerintahan dalam menghadapi ketidakpastian global, pun memerlukan penguatan kapabilitas domestik. Indonesia tidak akan bisa memainkan peran strategis di panggung dunia jika tidak dibekali dengan ketahanan ekonomi, kecanggihan teknologi, dan konsolidasi sosial yang kuat di dalam negeri. Oleh karena itu, agenda Presiden Prabowo dalam pengembangan industri pertahanan, energi baru dan terbarukan, transformasi digital, dan revitalisasi pendidikan tinggi adalah bagian tak terpisahkan dari strategi geopolitik nasional. Ketahanan internal adalah fondasi dari daya saing eksternal.

Baca juga : UU BPIP Untuk Indeks Pancasila: Menentukan Arah Pembangunan Indonesia Raya

Diplomasi Presiden Prabowo di forum BRICS juga menun­jukkan kecenderungan baru dalam gaya kepemimpinan Indonesia: berani bersuara, tetapi tetap ­bijak dalam posisi. Tidak tunduk pada tekanan blok kekuatan besar, tetapi juga tidak terjebak dalam posisi netral yang pasif. Dalam hal ini, Indonesia menjelma menjadi ke­kuatan moral yang ­menyuarakan keadilan global, tanpa melupakan realitas geopolitik yang terus bergerak. Ini adalah strategi keseimbangan dinamis yang menuntut keteguhan prinsip dan kelincahan ­taktik—dua hal yang kini diperlihatkan oleh pemerintahan baru.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense