Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Pada 17 Agustus 2025 ini kita memperingati 80 tahun kemerdekaan. Baik kiranya kita sampaikan delapan hal kesehatan dalam 80 tahun perjalanan bangsa. Kedelapan hal kesehatan ini saya catat dari pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus 2025. Pertama, Presiden menyampaikan bahwa dalam RAPBN 2026 pemerintah memprioritaskan delapan agenda utama. Agenda kelima adalah menghadirkan layanan kesehatan berkualitas, adil, dan merata.
Disebutkan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara. Apa yang disampaikan Presiden ini amat sejalan dengan konsep internasional Universal Health Coverage (UHC), yang menurut WHO berarti semua warga memperoleh akses pada pelayanan kesehatan bermutu yang dibutuhkan, kapan dan di mana pun dibutuhkan, tanpa membebani keuangannya.
Kedua, disebutkan bahwa anggaran kesehatan tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp 244 triliun. Ketersediaan dan keberpihakan pada anggaran kesehatan tentu amat kita sambut baik. Hanya dengan dukungan anggaran memadai, program kesehatan anak bangsa di seluruh pelosok negeri dapat terjamin.
Baca juga : Stop Kekerasan Pada Dokter Dan Tenaga Kesehatan
Ketiga, disampaikan bahwa generasi unggul dibangun melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam tulisan saya di RM.id pada 25 Juli 2025, saya menyampaikan empat masukan tentang hal ini. Pertama, MBG sebagai suatu kerangka lengkap School Nutrition Package Framework sesuai konsep World Food Programme. Kedua, MBG sebagai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Ketiga, dua aspek pokok kesehatan, yakni jaminan mutu gizi makanan dan keamanan pangan. Keempat, pentingnya aspek kepemimpinan serta manajemen pengorganisasian.
Keempat, Presiden menyampaikan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah digunakan oleh lebih dari 18 juta warga. Program ini tentu amat kita dukung. Harapannya, ada setidaknya dua tujuan pemeriksaan kesehatan bagi murid sekolah. Pertama, mendeteksi dini gangguan kesehatan pada anak sekolah. Kedua, meningkatkan pemahaman kesehatan pada anak dan lingkungan sekolah.
Kelima, dalam pidato Presiden juga disebutkan tentang 66 rumah sakit di 66 kabupaten yang sedang ditingkatkan kelasnya. Tentu kita menyambut baik penguatan pelayanan rumah sakit, yang seyogianya dilakukan bersamaan dengan penguatan pelayanan kesehatan primer di Puskesmas, klinik, serta kegiatan kesehatan masyarakat di pedesaan, seperti sanitasi, jamban desa, dan penyuluhan kesehatan.
Baca juga : Teknologi Kesehatan
Keenam, Presiden kembali menyinggung program penurunan tuberkulosis. Ini patut diapresiasi, setidaknya karena dua hal. Pertama, Indonesia adalah negara dengan jumlah kasus TB terbanyak kedua di dunia. Kedua, kita sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 67 Tahun 2021 yang mengamanatkan eliminasi tuberkulosis pada 2030.
Ketujuh, pidato Presiden juga menyebut pengendalian penyakit menular. Hal ini amat kita sambut baik, apalagi saya pernah bekerja sebagai Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara. Namun, kita mengusulkan agar negara juga memberi prioritas pada penyakit tropis terabaikan (neglected tropical diseases/NTDs), yang jelas masih menjadi masalah serius.
Kedelapan, secara umum ada tiga prinsip dasar kesehatan. Pertama, program kesehatan mencakup kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, yang harus dijalankan secara lengkap. Kedua, program kesehatan tidak bisa dilakukan insan kesehatan saja, tetapi memerlukan keterlibatan multisektor. Ketiga, masyarakat perlu memberi prioritas penting bagi kesehatan diri dan keluarga. Ingatlah, health is not everything, but without health, everything is nothing.
Baca juga : Epidemi Global Cikungunya
Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.